Rabu , 29 November 2017, 18:14 WIB

Kiat Menjaga Kadar Gula Tetap Normal Kala Travelling

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Dokumen
Kegiatan senam diabetes.
Kegiatan senam diabetes.

REPUBLIKA.CO.ID,  SEMARANG -- Travelling merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan. Hanya, bagi sebagian kalangan yang mengidap penyakit diabetes melitus (diabetisi), travelling bisa berbuah masalah.

Karena pada saat melakukan travelling para diabetisi umumnya tidak bisa maksimal tidak sempat dalam menerapkan Jadwal, Jumlah, serta Jenis kalori (3J) pada saat mengonsumsi makanan.

“Padahal bagi para diabetisi, hal itu adalah prinsip yang harus dipatuhi guna menjaga keseimbangan kadar gula dalam darah,” kata dokter spesialis dalam RSI Sultan Agung Semarang, Jawa Tengah, Hj Nur Anna CS, di hadapan anggota Persatuan Diabetes Indonesia (Persedia), Rabu (29/11).

Ketika bepergian, jelasnya, para diabetisi terpaksa harus berhadapan dengan makanan yang memang sudah disediakan oleh penyedia jasa pariwisata atau terpaksa harus membeli asupan makanan dari warung makanan yang ditemui.

Bagi para diabetisi, hal tersebut menjadi salah satu perilaku yang berpotensi menjadi penyebab problem kesehatannya sendiri. Lalu bagaimana kiat yang harus dilakukan para diabetisi agar travelling tetap fun dan sehat?

Anna memaparkan, saat travelling, usahakan ketika sampai di tempat wisata yang dituju dengan tidak berdiam diri, meski lokasi travelling ini cukup nyaman dan menyenangkan untuk berlama- lama dan berdiam diri.

Akan lebih baik jika tetap memperbanyak aktvitas, minimal berjalan kaki, dan jika memunkinkan melakukan senam ringan. Aktivitas ini, jelasnya, merupakan salah satu pilar untuk mengendalikan diabetes selain perencanaan makanan, edukasi, dan obat-obatan.

Terutama olahraga ringan yang mampu membantu pembakaran kalori. Semisal berjalan di tempat, peregangan, dan gerakan-gerakan senam ringan selama hampir satu jam.

“Dengan berolahraga ringan di tempat wisata selama 60 menit, akan mampu membakar 200 - 350 kilo kalori. Hal itu sangat membantu bagi diabetisi,” ujarnya.

Kiat ini, lanjut dia, telah dikembangkan oleh RSI Sultan Agung dengan menyelenggarakan edukasi dan travelling sehat bagi para diabetisi. Yang terbaru kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah objek wisata di Kabupaten Semarang.

Hal ini diamini oleh Humas RSI Sultan Agung, Siti Arofah. Menurutnya, kegiatan ini akan rutin diselenggarakan oleh komunitas Persadia selain senam diabetes.

“Untuk senam diabetes selama ini sudah kita lakukan rutin setiap Jumat. Sekarang kita juga selingi refreshing mengunjungi tempat-tempat wisata, sebagai bentuk edukasi agar para diabetisi bisa mengendalikan kesehatannya meski sedang bertravelling,”  katanya