Kamis , 07 September 2017, 15:51 WIB

Seks Bebas Usia Remaja Rentan Terkena Kanker Serviks

Red: Yusuf Assidiq
dokumen
kanker serviks
kanker serviks

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kanker serviks merupakan pembunuh nomor dua perempuan di Indonesia setelah kanker payudara. Bahkan diperkirakan, setiap dua menit ada satu orang yang meninggal dunia di dunia karena virus tersebut.

Karena itu, faktor-faktor risiko yang menjadi penyebab penyakit ini harus diwaspadai sejak remaja. Dokter spesialis kandungan RSIY PDHI Yogyakarta, dr Diannisa Ikarumi, menyampaikan hal itu dalam talkshow Jogja Islamic Fair bertajuk 'Bahaya Seks Pranikah dan Kesehatan Reproduksi', di GOR Universitas Negeri Yogyakarta, Kamis (6/9).

Ia menjelaskan, kanker serviks adalah kanker mulut rahim atau kanker rahim yang disebabkan oleh infeksi virus Human Papillomavirus (HPV). Virus ini bisa menular melalui hubungan seksual. Menurut dr Diannis, sapaan akrabnya, bahaya kanker serviks harus diwaspadai sejak remaja karena melakukan hubungan seks di masa remaja (umur 12-20 tahun) lebih berisiko terkena kanker serviks.

“Di usia tersebut, leher rahim perempuan belum matang sehingga rentan terhadap ransangan dan serangan virus,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia memaparkan, usia remaja adalah umur ketika organ reproduksi perempuan sedang aktif berkembang dan selnya membelah secara aktif. Pada masa itu, tidak boleh terjadi rangsangan apa pun  yang akan membuat perubahan sifat sel menjadi tidak normal.

Sel yang tidak normal inilah yang berpotensi menyebabkan kanker serviks. “Kanker serviks ini proses infeksinya bisa 5 sampai 10 tahun ke depan. Perempuan yang terkena virus ini tidak langsung merasakan sakit. Setelah bertahun-tahun lamanya baru merasakan sakit, padahal menginfeksinya sudah sejak lama,” ujarnya, dalam siaran pers.

Maraknya seks bebas pada usia remaja selain memicu tingginya risiko terkena kanker serviks juga memicu cepatnya datangnya kiamat. Inilah yang dikhawatirkan Ustaz Haris Jaya Dipraga sebagai pembicara kedua. Bina Rohani Islam RSIY PDHI ini mengkhawatirkan maraknya seks bebas karena tanda kiamat semakin dekat. “Salah satu tanda kiamat semakin dekat adalah merebaknya zina,” katanya.

Ustaz Haris menjelaskan, Islam sangat serius memerhatikan masalah zina atau seks pranikah ini. Dalam ayat Alquran, Allah melarang umat untuk mendekati zina. Mendekati saja dilarang apalagi sampai melakukannya.

Inilah salah satu fungsi Islam, yaitu menutup celah-celah yang memungkinkan terjadinya keburukan. "Allah swt melarang kita mendekati zina, karena tahu bila kita dekat-dekat dengannya, maka akan terjerumus ke dalamnya dan sulit untuk keluar darinya," jelas dia.

Di sinilah, katanya, pentingnya memberikan eduskasi keagamaan terhadap keluarga dan anak-anak. Ajarkan ketauhidan sebagai dasar utamanya. Setelah itu, ajarkan mengenai ajaran-ajaran Islam secara umum.