Rabu, 8 Ramadhan 1439 / 23 Mei 2018

Rabu, 8 Ramadhan 1439 / 23 Mei 2018

Hipertensi, Biang Keladi Semua Permasalahan Organ

Jumat 02 Juni 2017 09:48 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistywati/ Red: Indira Rezkisari

Hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Foto: torange

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Vice President Indonesian Society of Hypertension (InaSH) Dr Tunggul D Situmorang SpPD-KGH,FINASIM mengatakan, tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan biang keladi semua permasalahan organ. Ia mengutip berdasarkan data Poulter N et al Lancet 2015 bahwa hipertensi masih menjadi biang keladi beban penyakit secara global dan kematian.  

"Jadi, tak diragukan lagi kalau hipertensi adalah biang keladi semua permasalahan organ dan penyebab beban penyakit secara global," katanya saat diskusi hipertensi Omron Healthcare kerja sama dengan InaSH Indonesia, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Tercatat sebanyak 9,4 juta kematian di dunia akibat hipertensi terjadi setiap tahun. Sementara kerusakan organ akibat penyakit yang tak bisa disembuhkan ini terjadi pada otak, jantung, hingga ginjal.

"Semua organ tubuh yang memiliki pembuluh darah pasti jadi korban hipertensi," ujar dokter spesialis ilmu penyakit dalam ginjal-hipertensi ini.

Termasuk hipertensi yang sering bersamaan dengan kerusakan ginjal. Ini karena ginjal bertanggung jawab dalam menyaring darah dan mengatur tekanan darah. Sehingga, ketika hipertensi menyerang membuat jantung terus bekerja memompa darah dan fungsi ginjal yang juga mengaturnya mengalami penurunan dan akhirnya berujung pada cuci darah.

Ia mengatakan kalau penyebab pertama cuci darah di dunia adalah diabetes dan kedua hipertensi. Sementara di Indonesia yang menduduki peringkat satu adalah hipertensi baru diabetes. Ia menyebut penderita hipertensi dengan gangguan ginjal ibaratnya satu berbanding empat yaitu diantara empat penderita hipertensi maka satu ginjalnya pasti rusak.

Sementara organ lain seperti jantung yang menerima atau memompa darah melalui pembuluh darah juga berpengaruh. Untuk itu, ia meminta supaya mengukur tekanan darah rutin dilakukan karena tekanan darah bisa berbeda saat pagi atau malam hari dan ini menentukan prognosis.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA