Sabtu , 21 January 2017, 16:55 WIB

Ministroke Bisa Berkembang Jadi Demensia

Rep: Muthia Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari
AP
Stroke (ilustrasi)
Stroke (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ministroke adalah jenis stroke yang berlangsung selama beberapa menit. Penelitian terbaru menunjukkan efek ministroke bisa berkembang lebih serius ke arah demensia.

Stroke merupakan penyebab utama kematian di Amerika Serikat. Serangan iskemik transien ini terjadi ketika arteri tersumbat gumpalan darah.

Sebanyak 25-30 persen orang yang mengalami stroke iskemik dapat berkembang menjadi kerusakan kognitif vaskular atau kerusakan pembuluh darah yang memicu demensia. Ministroke juga disebut microinfarcts kortikal menyebabkan pembuluh darah menjadi abnormal 0,05-3 milimeter (mm).

Peneliti dari Medical University of South Carolina (MUSC) berhipotesis bahwa ministroke memengaruhi fungsi otak pada skala lebih besar dan itu dapat ditunjukkan secara histologis atau scan MRI. Tim yang dipimpin Andy Shih, asisten profesor ilmu saraf di MUSC mempublikasikan temuannya ini di Journal of Cerebral Blood Flow and Metabolism.

Shih menggunakan obyek tikus dalam percobaannya memelajari efek dari microinfarcts pada jaringan kortikal selama beberapa pekan setelah tikus mengalami ministroke. Peneliti menggunakan photothrombosis - sebuah teknik eksperimental yang dikembangkan pada 1985 - dan menganalisis otak tikus tersebut.

Hasil studi menunjukkan ministroke menyebabkan kerusakan microinfarct yang awalnya hanya 0,05-3 mm meluas hingga 12 kali. Aktivitas neuron di daerah yang sakit ini tertekan 14-17 hari setelah ministroke terjadi.

"Kami semakin terkejut setelah melakukan autopsi sebab menemukan kerusakan jaringan dan peradangan saraf. Ministroke ini meninggalkan kesan abadi pada fungsi otak selama berbulan-bulan," kata Shih, dilansir dari Medical News Today.

Shih menjelaskan pentingnya penelitian ini dari segi metodologi untuk menemukan perawatan dan pencegahan demensia. Kebanyakan ministroke susah terdeteksi dengan teknik konvensional. Hal ini membuat peneliti kebanyakan sulit menghubungkan ministroke dengan penurunan kognitif dari waktu ke waktu.

Temuan ini, kata Shih sangat mungkin memainkan peran lebih besar untuk praktik pencegahan di masa akan datang. Obat-obatan baru bisa dikembangkan untuk mengurangi kerusakan kumulatif dari microinfarcts.