Rabu, 16 Jumadil Akhir 1435 / 16 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Lansia Bisa Mandiri, Ini Rumusnya

Rabu, 05 Juni 2013, 09:12 WIB
Komentar : 1
Antara/Eric Ireng
Seorang lansia menerima bantuan langsung tunai (BLT).
Seorang lansia menerima bantuan langsung tunai (BLT).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Orang yang sudah lansia (lanjut usia) bukan berarti dia tidak bisa apa-apa. Lansia bisa juga mandiri, sehat, senang, terhormat dan masih bermanfaat bagi keluarga dan sekelilingnya.

Menurut Dosen Fakultas Kedokteran UGM Dr Probosuseno, SpPD, KGer, FINASIM, kemarin, kriteria mandiri secara fisik yakni dapat mengerjakan segala sesuatu sendiri dengan bantuan atau tanpa alat.

Mandiri tanpa alat, misalnya mandi, berpakaian, menyisir, makan, buang air besar, buang air kecil, bergerak di dalam rumah,  bergerak di sekitar rumah, berjalan. Sedangkan mandiri dengan memakai alat, antara lain pakai telepon, perjalanan di luar rumah, belanja, memasak dan menyiapkan makanan, membersihkan rumah, mencuci, melakukan pekerjaan tangan, menjalankan pengobatan sendiri, mengatur keuangan sendiri, membaca, dan menulis.

Lebih lanjut Probo mengatakan agar lansia mandiri, baik jasmani, rohani, sosial, dan ekonomi. "Maka hal itu harus disiapkan latihan luar-dalam sejak pralansia dengan menerapkan rumus "Jogja".

Rumus "Jogja" agar lansia mandiri adalah J (Jaga Kebersihan, baik kebersihan diri dan lingkungan, Jaga stres, Jangan terforsir atau tidur cukup); O (Olahraga dan rasa berupa seni/hobi yang positif); G (Gizi seimbang, Gaul dengan orang baik yakni pribadinya bagus, kreatif dan inovatif serta Gak Boros).

Rumus berikutnya adalah J (Jangan memiliki risiko penyakit jantung koroner dan stroke dengan mengendalikan tekanan darah tinggi, kencing manis, kolesterol, konsumsi garam dibatasi, tidak merokok, tidak stres, rajin olahraga, jangan lupa kontrol kesehatan dan imunisasi); A (Agama 24 jam yakni banyak sembahyang, berdoa, berdzikir, berserah diri, syukur, sabar, silaturahmi, puasa dan sedekah).

Reporter : Neni Ridarineni
Redaktur : Dewi Mardiani
Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

Berita Lainnya

Hukum Ini Berlaku pada Setiap Lansia