Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Cara Meningkatkan Kualitas Udara Dalam Ruangan (1)

Jumat, 01 Maret 2013, 07:36 WIB
Komentar : 0
dreamfundesign.com
Ruangan penuh bunga

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kualitas udara di dalam ruangan mungkin bukan satu hal yang begitu anda permasalahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Udara yang anda hirup di dalam ruangan sangat penting bagi kesehatan anda. Jangan sampai anda justru mendapatkan penyakit karena udara dalam ruangan, misalnya di ruang keluarga dan rumah anda tidak bagus.

 

Coba anda pikirkan, berapa banyak waktu yang anda dan keluarga anda habiskan di dalam sebuah ruangan? Misalnya di dalam kamar, ruang kerja, atau sekolah.

Kualitas udara yang buruk bisa menyebabkan berbagai gejala penyakit dan memiliki dampak nyata pada kesehatan anda. Kabar baiknya adalah ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan. Berikut caranya, dikutip dari SymptomFind, Jumat (1/3).

Kualitas udara yang buruk dalam ruangan dapat memengaruhi kesehatan anda dalam beberapa cara. Sebagai contoh, paparan asbes berisiko meningkatkan penyakit paru-paru. Eksposur jangka panjang untuk radon juga dapat menyebabkan kanker paru-paru. Pendapat ini didasarkan penelitian dari American Cancer Society.

Selain hubungan antara beberapa jenis polutan udara dalam ruangan dan kanker, rendahnya kualitas udara dalam ruangan juga dapat menyebabkan peningkatan gejala asma dan alergi.

Menurut Departemen Tenaga Kerja dan Kesehatan Amerika Serikat, gejala umum lainnya yang menunjukkan kualitas udara yang buruk adalah seringnya anda merasa mata anda gatal di dalam ruangan. Anda tiba-tiba juga bisa sakit kepala, kelelahan, dan kesulitan berkonsentrasi saat berada di dalam ruangan.

Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika, seseorang bisa merasakan efek kesehatan setelah terpapar polusi udara di dalam ruangan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian.

Dengan semua kemungkinan efek polusi udara dalam ruangan bagi kesehatan anda, rasanya masuk akal bagi anda untuk menentukan apakah anda berisiko terpapar penyakit.

Jika anda tinggal atau bekerja di rumah yang lebih tua, atau jika rumah anda sering tampak basah, lembab, atau bau apek, maka anda sangat mungkin berisiko untuk terserang polutan, seperti timah, asbes atau cetakan. 

 

Reporter : Mutia Ramadhani
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.362 reads
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...