Rabu 27 Feb 2013 08:35 WIB

Kenali Penyakit Lupus (3-Habis)

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Fernan Rahadi
Penyakit lupus.
Foto: www.medicinenet.com
Penyakit lupus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lupus adalah sejenis penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan kronis dan serangan terhadap jaringan dan organ tubuh. Hal ini juga dapat dianggap sebagai jenis penyakit arthritis.

Tanda dan gejala lupus itu bisa bervariasi. Sebagian besar mereka yang menderita lupus memunyai gejala umum, seperti sering kelahan, demam, nyeri sendi, dan kaku. Berikutnya terdapat ruam berbentuk kupu-kupu di pipi dan hidung, nyeri dada, sesak napas, sakit kepala, kebingungan, dan lesi kulit yang memburuk saat terkena sinar matahari.

Ada beberapa jenis lupus yang perlu anda ketahui. Apa saja? berikut pemaparannya, dikutip dari SymptomFind, Rabu (27/2).

5. Childhood Lupus

Bentuk lupus ini umumnya memengaruhi anak-anak dalam cara yang sama seperti lupus yang mempengaruhi orang dewasa. Hal ini dapat lebih spesifik pada anak-anak, namun, lupus pada anak lebih berdampak serius memengaruhi ginjal dibandingkan organ lain.

Lupus childhood juga terjadi dan berkembang lebih sering daripada lupus dewasa. Tanda dan gejalanya sama dengan SLE. Lupus jenis ini lebih sulit diobati. Dokter sering kali mengingatkan risiko lupus ini bisa diderita sang anak dalam jangka panjang, apalagi jika si anak menjalani terapi dan obat-obatan. Beberapa obat dapat menyebabkan efek samping yang dapat memengaruhi anak di kemudian hari.

Lupus bisa menjadi penyakit melemahkan yang dapat menurunkan kualitas kesehatan individu secara drastis. Meskipun tidak ada pengobatan definitif saat ini atau obat, namun lupus dapat dikelola secara efektif untuk mengurangi efek memburuknya.

Karena tanda-tanda dan gejala untuk lupus bisa mirip dengan penyakit lain, ada baiknya anda mencari orang yang mengerti tentang penyakit ini. Tujuannya, untuk menghindari kesalahan diagnosis. Jika Anda mencurigai diri anda memiliki lupus atau mengalami gejalanya, pastikan memeriksakan kesehatan anda kepada dokter profesional.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement