REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebelum anda keluar rumah, apakah anda menggunakan sejumlah lotion tabir surya pada tubuh anda?
Banyak orang menggunakan tabir surya di keseharian mereka. Selama bertahun-tahun, ahli kecantikan kulit merekomendasikan praktik ini karena tabir surya dianggap sebagai pelindung kulit dari cahaya matahari.
Bagaimana sebetulnya tabir surya bekerja pada kulit anda? Berikut penjelasannya, dikutip dari SymptomFind, Selasa (19/2).
Sinar matahari yang berupa UVA dan UVB bisa menyebabkan kulit anda keriput, berbintik, bahkan menyebabkan kanker kulit. Untuk mencegah jenis-jenis kerusakan kulit itu, banyak orang memakai tabir surya. Ada dua jenis tabir surya.
Pertama, tabir surya fisika . Banyak orang menyebutnya dengan 'sunblock.' Tabir surya jenis ini bekerja dengan cara berbeda. Sunblock memantulkan kembali sinar UVA dan UVB dan mencegah mereka melaukan penetrasi ke kulit. Dimasa lalu, tabir surya jenis ini dihasilkan dari proses oksida seng.
Kedua, tabir surya kimia. Ini adalah jenis tabir surya yang menggunakan campuran bahan-bahan organik dan anorganik. Fungsinya menyerap dan menyebarkan sinar UV. Sering kali, tabir surya jenis ini hanya menyerap sinar UVB saja. Namun, ada beberapa tabir surya yang juga bisa menghilangkan sinar UVA.
Tabir surya fisik, juga kimia, menggunakan bahan-bahan dasar yang disebut bahan aktif. Bahan aktif adalah bahan kimia yang memantulkan, menyerap, dan menyebarkan sinar UV matahari. Bahan aktif dalam tabir surya fisika adalah seng oksida, dan titanium oksida. Sedangkan bahan aktif dari tabir surya kimia adalah avobenzone, benzophenone, cinnamates, ecamsule, dan anthranilates.