Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

10 Strategi Memanajemen Marah (1)

Senin, 11 Februari 2013, 06:50 WIB
Komentar : 0
corbis
Seorang wanita tengah berjalan cepat sambil tersenyum

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Kemarahan merupakan emosi normal yang dialami semua orang dari waktu ke waktu. Orang satu dengan lainnya akan mengalami tingkat kemarahan yang berbeda. Beberapa individu, bagaimana pun, memiliki tingkat kemarahan yang terlalu tinggi. Ini mungkin bisa menjadi sinyal masalah. 

Karena, kemarahan tak selamanya harus dihindari. Makanya, kemarahan harus dikelola dengan baik agar tak berada di luar kendali. Bagaimana caranya? Berikut 10 strategi untuk memanajemen rasa marah, dikutip dari SymptomFind, Senin (11/2).

1. Berjalan

Kemarahan menyebabkan detak jantung seseorang naik turun dan meningkatkan tekanan darah. Hal ini menyebabkan lonjakan hormon adrenalin dan energi lainnya. Strategi pertama yang bisa membuat anda mengendalikan rasa marah adalah pergi berjalan jauh dari pusat kemarahan. Anda bisa menghitung satu sampai sepuluh untuk membalikkan efek-efek fisiologis dan biologis. 

Ketika berjalan, sebaiknya mengambil napas dalam-dalam. Juga fokus pada tubuh setiap kali menarik dan menghembuskan napas. Ketika merasa mulai tenang, maka anda harus fokus pada perasaan tenang itu. Maka, tingkat kemarahan dipastikan akan menurun. 

2. Perhatikan sinyal tubuh

Kemarahan terkadang muncul entah dari mana. Anda perlu memperhatikan tanda-tanda peringatan tertentu yang diberikan tubuh anda yang ingin marah. Misalnya rasa gelisah. Pada saat anda sadar bahwa anda sedang marah, itu berarti anda sudah mencapai titik didih anda. Pelajari cara menyetel tanda-tanda fisik bahwa tubuh anda mengingatkan bahwa anda akan menjadi marah. 

Tanda-tanda fisik terkadang berkembang sebagai akibat dari refleks dari dalam tubuh. Misalnya ketika mengatakan bahwa anda meningkatkan rasa marah. Atau, merasa ingin melawan.

Belajarlah untuk mengenali gejala fisik anda. Misalnya jantung berdenyut lebih cepat, jari-jari kesemutan, atau anda bernapas cepat. Dengan mengetahui tanda-tanda ini maka akan sangat membantu anda mengambil langkah-langkah untuk mengelola kemarahan anda sebelum mencapai titik didih.

3. Olahraga

Orang yang rajin berolahraga biasanya lebih bisa mengendalikan rasa marahnya. Olahraga merupakan cara paling ampuh untuk melepaskan energi dan emosi terpendam. Khususnya emosi negatif yang tersimpan dalam tubuh anda. 

Olahraga juga merangsang zat kimia dalam otak yang bertanggung jawab untuk menenangkan syaraf tubuh dan meningkatkan suasana positif di hati anda bekerja. Anda bisa memilih untuk jogging, mendaki gunung, atau berolahraga tinju di gym. Ini sangat ampuh untuk mengendalikan sifat anda yang suka marah.

Reporter : Mutia Ramadhani
Redaktur : Mansyur Faqih
2.708 reads
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...