Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ayo Bergerak! Waspadai 8 Efek Buruk Malas Olahraga (1)

Selasa, 05 Februari 2013, 09:29 WIB
Komentar : 0
allpostersimages
Berlari (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Kebanyakan orang mengetahui bahwa aktivitas fisik, seperti olahraga teratur, sangat penting untuk menurunkan berat badan dan menjamin kesehatan yang optimal. Namun, ada juga beberapa orang yang tak menyadari, abai bahkan sengaja  malas berolahraga.

Waspadai, sikap-sikap tersebut adalah faktor berisiko bisa menimbulkan sejumlah penyakit dan kondisi medis serius.

1. Hipertensi

Hipertensi, yang juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi, merupakan salah satu faktor risiko utama dari kondisi medis yang serius akibat kurangnya berolahraga. Penyakit lainnya adalah stroke dan ginjal.

Sejatinya, aktivitas fisik, seperti olahraga teratur, membantu membuat jantung lebih kuat. Jika jantung lebih kuat, maka ia memompa darah lebih efisien ke seluruh tubuh. Ketika jantung tidak dibiasakan bekerja keras memompa darah, maka kekuatan arteri dan tekanan darah lebih rendah.

2. Sakit jantung

Aktivitas fisik dapat berkontribusi pada penyakit jantung dalam beberapa cara. Efisiensi aliran darah koroner yang terganggu pada orang yang secara fisik tidak aktif. Salah satu faktor utama yang memberikan kontribusi untuk penyakit jantung adalah kolesterol tinggi.

Jika anda malas berolahraga, kemungkinan anda mengalami peningkatan kolesterol terbilang tinggi. Olahraga membantu menurunkan kadar kolesterol LDL. Fisik yang aktif juga dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL, yang merupakan kolesterol baik yang membantu melindungi anda dari penyakit jantung.

3. Osteoporosis

Tanpa aktivitas fisik yang tepat, tulang anda bisa menjadi semakin lemah. Ketika ini terjadi, kondisi ini disebut sebagai osteoporosis. Penyakit ini menyebabkan tulang mudah patah. Kondisi ini paling sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Aktivitas fisik membantu menguatkan tulang dan mencegah osteoporosis berkembang.

4. Kanker Payudara

Aktivitas fisik berkontribusi terhadap risiko kanker usus besar dalam beberapa cara. Limbah makanan bergerak melalui usus lebih lambat pada orang yang kurang berolahraga Kemampuan usus mencerna limbah makanan ini menjadi lambat dan memungkinkan usus besar untuk terkena karsinogen alias keracunan.

Aktivitas fisik membantu menjaga hal-hal itu terjadi. Wanita yang malas berolahraga juga berpotensi besar terkena kanker payudara. Menurut National Cancer Institute, tingkat hormon dapat diturunkan dengan berolahraga teratur. Ini akan mengurangi pengembangan tumor payudara. (bersambung ke bagian kedua)

Reporter : Mutia Ramadhani
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
2.841 reads
Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...