Rabu , 12 December 2012, 11:19 WIB

Tangan Kok Sering Berkeringat, Kenapa Ya?

Red: Endah Hapsari
examiner.com
Berkeringat (ilustrasi)
Berkeringat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Masalah tangan berkeringat dialami oleh banyak orang. Cara mengatasinya tidak sulit. Selalu bawa saja bedak bayi. Pakailah setiap kali sesudah cuci tangan. Tidak perlu malu kan membawa bedak di dalam tas. 

Tips yang lain, seringkali keringat bertambah bila gelisah atau sesudah minum kopi atau minuman lain yang mengandung kafein misalnya teh kental, Coca Cola ataupun minuman penyegar lain. Lihat komposisi yang tertera di minuman kaleng atau botol tersebut. Karena itu, hindari minuman yang mengandung kafein. Keringat berlebih juga dapat pula dipicu oleh nikotin rokok.

Bila keringat tidak berkurang, pergilah ke dokter untuk konsultasi. Ada beberapa penyebab tangan berkeringat yang harus memerlukan pertolongan dokter.

Pertama, yang disebut sebagai hipertiroidism. Yaitu, suatu kondisi di mana hormon tiroid diproduksi berlebihan. Untuk diketahui, hormon ini diproduksi oleh kelenjar tiroid atau kelenjar gondok yang ada di bagian depan leher kita (untuk lelaki, dekat jakun).

Gejala hipertiroid, selain keringat yang berlebihan (juga di tangan dan lengan) adalah badan menjadi kurus, berat badan turun, gelisah, berdebar-debar, tangan tremor, gemetaran, tidur tidak nyenyak, otot lengan atas dan paha terasa melemah.

Bila mengalami juga gejala-gejala tersebut, ya ada baiknya langsung memeriksakan diri ke dokter. Biasanya dokter akan memeriksa leher kamu, kemudian menganjurkan periksa darah untuk mengukur kadar hormon tiroid, T4 misalnya. Hipertoidism dapat diobati.

Selain hipertiroidism, keringat yang berlebihan dapat juga disebabkan oleh hiperdrosis primer. Pengobatan dokter pun bisa amat bervariasi dari mulai olesan larutan aluminum chloride (hexahydrate), minum obat golongan beta-blocker, sampai operasi simpatektomi. Namun, biasanya tips yang disebutkan di awal tulisan, cukup menolong, selamat mencoba. Tips lain, adalah pede (percaya diri) saja. 

Sumber : dr Zubairi Djoerban