REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Survei terbaru di Inggris mengungkapkan kebiasaan hiburan malam, khususnya untuk berpesta, lebih banyak melukai orang dewasa.
Satu dari lima orang dewasa yang terbiasa keluar malam selalu mengalami berbagai bentuk cedera fisik. Peneliti melakukan survei terhadap 1.038 orang dewasa yang berusia 18-34 tahun.
Sebanyak 52 persen dari mereka mengalami cedera fisik akibat kebiasaan keluar malam, seperti minum terlalu banyak atau berpesta sampai pagi.
Satu dari 12 orang atau delapan persen dari responden mengalami patah tulang. Berikutnya 14 persen mengalami cedera kepala atau wajah.
Satu dari 14 orang atau tujuh persennya harus menjalani fisioterapi untuk memulihkan kembali kekuatan fisiknya secara penuh. Sedangkan 21 persennya berakhir disebuah rumah sakit unit gawat darurat (UGD).
Dalam beberapa kasus, kaum wanita misalnya, seringkali terjatuh akibat limbung menggunakan sepatu hak tinggi. Beberapa orang di antaranya mengaku pernah diserang atau berkelahi dengan sesama wanita.
Chartered Society of Physiotherapists (CSP) mendata sebanyak 27 persen dari mereka yang hobi keluar malam tak mampu pergi ke tempat kerja tepat waktu. Mereka juga melewatkan beberapa jam pelajaran atau kuliah.
Satu dari sembilan orang atau 11 persen yang suka keluar malam telah kehilangan satu pekan mereka untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif.
Pasalnya, 43 persennya mengalami memar, 22 persennya cedera jaringan lunak, seperti kerusakan otot, ligamen, dan tendon.
Mereka terpaksa menghabiskan akhir pekannya untuk istirahat total, ketimbang melakukan kegiatan liburan lain yang lebih positif dan santai.
Hanya 46 persen dari responden yang mengatakan mereka tak pernah terluka akibat kebiasaan keluar malam ke tempat-tempat hiburan.
"Survei ini menunjukkan terlalu banyak orang muda yang bangun dari tidurnya sambil membawa masalah, ketimbang orang muda yang terbangun tidur tanpa masalah," ujar seorang fisioterapis dan juru bicara CSP, Sammy Margo, dikutip dari the Guardian, Kamis (8/12).