Minggu, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Masalah Gizi Anak Persoalan Kompleks

Senin, 29 Oktober 2012, 15:25 WIB
Komentar : 1
themoscowtimes.com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masalah gizi anak dinilai bukan hanya masalah kesehatan saja, tetapi mencakup persoalan kompleks yang bersinggungan dengan bidang lain yakni ekonomi, pendidikan, kebudayaan, sosial, dan isu gender yang harus diselesaikan.

Hal inilah yang disampaikan Kasubdit Gizi Mikro Direktorat Gizi Kementerian Kesehatan Dian Dipo terkait kerja sama pemerintah Indonesia, UNICEF dan Uni Eropa dalam menghadapi tantangan gizi anak-anak Indonesia di Jakarta, Senin (29/10).

"Masalah gizi adalah masalah kompleks yang tidak bisa diselesaikan dari satu sisi saja," kata Dian.

Kemitraan pemerintah Indonesia, UNICEF dan Uni Eropa dalam mengatasi masalah gizi anak menunjukkan kemajuan terkait kekhawatiran terhambatnya pertumbuhan tinggi badan di kalangan anak-anak Indonesia yang tidak sesuai dengan usianya.

Pada 2011, sebanyak hampir 500 petugas kesehatan, bidan, ahli gizi dan relawan telah mendapatkan manfaat dari pelatihan khusus mengenai pemahaman penyebab terhambatnya pertumbuhan tinggi badan pada anak serta langkah-langkah efektif yang dapat dilakukan keluarga dalam merawat anak-anak mereka yang masih dalam tahap pertumbuhan.

Pelaksanaan kegiatan yang meliputi peningkatan sarana kebersihan, promosi pemberian ASI yang baik dan pemantauan status gizi anak telah dilakukan di beberapa desa di Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara Kepala Pengembangan Kerjasama Uni Eropa di Indonesia Erik Habers menggarisbawahi bahwa pengurangan gizi buruk adalah prioritas utama Uni Eropa. Hal ini karena Uni Eropa yang memiliki keterlibatan yang besar dalam perang global melawan gizi buruk dan mekanisme koordinasi untuk percepatan perbaikan gizi.

Uni Eropa telah mengucurkan dana sebesar 20 juta Euro kepada UNICEF untuk mengatasi masalah kekurangan gizi di kawasan Asia.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka memakannya.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menanti Janji Jokowi Soal Perdamaian Palestina
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan umat muslim di Indonesia bisa ikut mendesak pemerintah agar lebih...