Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ini Cara Mencegah Gigi yang Sensitif

Rabu, 10 Oktober 2012, 07:39 WIB
Komentar : 0
dok.Republika
Periksa gigi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Gigi sensitif adalah rasa nyeri yang timbul akibat terbukanya denti atau lapisan di bawah email gigi. Terbukanya dentin bisa disebabkan oleh beberapa macam, seperti radang dan salah dalam menyikat gigi.

Untuk mengatasinya, gigi harus disikat dengan lembut dan tanpa tekanan. "Kalau terlalu keras ditekan, email gigi bisa rapuh," katanya Ketua Ikatan Periodontologi Indonesia (IPERI) Komisariat Jakarta, Drg. Hari Sunarto Sp. Perio(K), menyebutkan beberapa cara untuk mencegah terjadinya gigi sensitif.

Jika salah dalam menyikat gigi, gusi bisa berubah bentuk. Pada gigi di rahang atas, gusi bisa naik sedangkan gigi di rahang bawah gusi bisa turun. "Dentin yang sebelumnya dilapisi oleh gusi jadi terbuka," katanya.

Hari memberikan beberapa cara untuk mencegah agar dentin tidak terbuka. "Ada beberapa mencegah, seperti mengontrol plak," katanya saat jumpa wartawan di Jakarta, Selasa.

Kontrol plak bisa dilakukan dengan cara menggosok gigi dengan lembut serta menggunakan obat kumur."Menggosoknya dengan lembut dan benar bisa membantu desensitisasi gigi," katanya.

Selain itu, sikat gigi harus secara rutin diganti. Hal ini untuk mengurangi kemungkinan bulu sikat mencederai gusi.

Terakhir adalah rutin memeriksakan gigi ke dokter. Menurutnya, untuk bisa memastikan bahwa nyeri yang dialami merupakan gejala gigi sensitif, sebelumnya harus dipastikan bahwa nyeri tidak disebabkan oleh gigi yang berlubang.

"Jadi bisa dipastikan bahwa nyeri yang datang memang datang karena gigi sensitif," katanya.

Untuk gigi yang sudah "terlanjur" rusak, Hari menyebutkan bahwa tidak ada cara lain selain menggunakan pasta gigi yang bisa melapisi dentin gigi sehingga tidak lagi terasa nyeri. "Tapi kalau sudah parah, ya harus ditangani dokter," katanya.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
2.461 reads
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...