Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Tak Kunjung Punya Anak, Mengapa Ya?

Senin, 27 Agustus 2012, 09:32 WIB
Komentar : 0
Babycenter
Tes kehamilan

REPUBLIKA.CO.ID, Sesuai kodratnya sebagai makhluk hidup, manusia itu bereproduksi. Namun, karena beberapa faktor, ada sebagian orang yang sulit menjalani kodrat itu. Ali Baziad, spesialis obstetri dan ginekologi, mengatakan, kasus infertilitas (ketidaksuburan) di Indonesia terjadi pada sekitar 10 sampai 20 persen orang dari total populasi. Jangan dikira, infertilitas hanya dialami kaum wanita. Para pria pun bisa mengalami hal serupa.

Pada pria, faktor utama yang mendorong terjadinya infertilitas adalah kualitas sperma yang kurang baik. Sementara pada wanita, infertilitas bisa terjadi karena gangguan ovulasi atau adanya sumbatan di saluran indung telur. ''Tetapi sebanyak 35 persen justru disebabkan oleh faktor yang tidak bisa dijelaskan. Artinya, si pria atau wanita setelah menjalani berbagai tes ternyata dalam kondisi normal dan sehat tetapi justru sulit mempunyai anak,'' kata Ali dalam sebuah seminar di Brawijaya Women and Children Hospital, Jakarta, beberapa hari berselang.

Pada wanita, faktor usia juga sangat memengaruhi kehamilan. Wanita yang berusia 35 tahun ke atas akan lebih sulit untuk hamil. Andaikan hamil pun, kemungkinan terjadi kelainan pada bayi yang ia kandung, cukup besar. Mengapa begitu? Menurut Ali, bertambahnya usia manusia, akan diikuti dengan perubahan materi genetik (mutasi). Tubuh memang memiliki mekanisme tersendiri untuk memperbaiki mutasi itu. Namun, makin tua usia seseorang, fungsi mekanisme itu juga makin lemah.

Kesulitan kehamilan pada seorang wanita bisa juga dipengaruhi oleh endometriosis, salah satu bentuk kelainan pada organ reproduksi wanita. Endometrium yang seharusnya berada di uterus (rahim), justru berada di lokasi yang lain. Jika berada di uterus, darah (menstruasi) yang keluar akan disalurkan dengan benar, namun jika berada di lokasi yang lain darah itu akan terhambat dan mengakibatkan iritasi atau kista yang mengganggu kesuburan wanita.

''Tanda yang paling gampang untuk mengetahui penyakit ini adalah saat haid hari pertama akan terasa sangat sakit,'' ujar Ali, guru besar Ilmu Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Seringkali, tanda ini diabaikan oleh para wanita. Mereka menganggap hal itu sebagai sebuah proses alamiah yang bisa hilang dengan sendirinya. ''Padahal adanya sakit pada haid hari pertama adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan penanganan.''

Gangguan sistem reproduksi juga bisa terjadi pada pria. Banyak pria merasa telah  melaksanakan 'tugasnya' dengan baik ketika sukses berejakulasi. Padahal, ada kalanya, cairan yang dikeluarkan itu hanya cairan saja tanpa satu pun sel spermatozoa. Atau jika ada sel-sel itu, kualitasnya kurang baik. Jadi, ketika istri tak kunjung hamil, suami sebaiknya introspeksi diri. Sebab, jangan-jangan pangkal masalahnya ada pada dirinya.

Reporter : Nina Chairani
Redaktur : Endah Hapsari
4.311 reads
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda