Thursday, 29 Zulhijjah 1435 / 23 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Cegah Gangguan Kesehatan Anak, Awasi Kualitas Nutrisi

Friday, 03 August 2012, 18:00 WIB
Komentar : 1
Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat Kompleks

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kualitas asupan nutrisi pada usia dini harus tepat, karena kekurangan nutrisi bisa mengakibatkan rendahnya tingkat tumbuh kembangnya dan kualitas kecerdasan anak. Namun, jika berlebihan terdapat risiko obesitas, diabetes, dan jantung.

Medical Marketing Manager PT Fonterra Brands, dr Muliaman Mansyur, Jumat (3/8), mengatakan, salah satu unsur nutrisi yang paling dibutuhkan anak dalam usia tumbuh kembang adalah karbohidrat. Karbohidrat sendiri dibagi dalam beberapa jenis berdasarkan kompleksitasnya. Ada karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.

Karbohidrat sederhana sangat cepat diubah menjadi energi, misalnya berbagai jenis gula seperti glukosa, fruktosa, sukrosa, dan laktosa. Sementara karbohidrat kompleks lambat diubah menjadi energi, contohnya makanan pati dan serat, seperti umbi-umbian, buah-buahan, biji-bijian, dan sagu, tutur dokter Muliaman Mansyur.

Ia menambahkan, dalam usia pertumbuhan, yakni usia nol hingga lima tahun, anak-anak membutuhkan asupan karbohidrat yang tergolong sederhana agar lebih cepat diserap menjadi energi. Namun, konsumsinya harus diperhatikan, terutama jika berbagai jenis gula tersebut dikonsumsi secara berlebih.

Menurut dia, nutrisi penting yang dibutuhkan oleh anak, antara lain adalah kalsium, zat besi, serat, karbohidrat, folat, serta vitamin A, B, C, D, dan E. Nutrisi yang baik untuk anak adalah nutrisi yang cukup memenuhi gizi harian anak.

Untuk memenuhi gizi harian, seorang anak harus mengonsumsi berbagai sumber makanan dengan jumlah asupan yang tepat. Nutrisi yang mengandung indeks glikemik (Glycaemic Index atau GI) dan beban glikemik (Glycaemic Load atau GL) akan mempengaruhi kerja pankreas dan organ-organ lainnya akibat exposure dari gula darah yang tinggi.

Jika jumlah asupan tidak tepat, maka GI dan GL yang tinggi akan membuat anak menjadi tidak dapat berkonsentrasi dengan baik, mengalami kenaikan berat badan yang cepat, serta kerusakan pada pankreas. Berbagai kondisi itu akan mengakibatkan terganggunya produksi insulin dan berisiko menderita diabetes tipe dua (2) saat dewasa.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kemarau Panjang Akibatkan Turunnya Pasokan Air Jakarta, Ini Solusinya
JAKARTA -- Musim kemarau panjang di indonesia memiliki dampak terhadap penurunan debit air baku. Kepala Divisi Komunikasi dan Pertanggung Jawaban Sosial PT PAM...