Jumat, 24 Zulqaidah 1435 / 19 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Beras Berbahan Singkong Dicari Penderita Diabetes

Rabu, 01 Agustus 2012, 12:22 WIB
Komentar : 1
ANTARA
Singkong. Ilustrasi
Singkong. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER - "Beras cerdas" berbahan dasar singkong kini banyak diminati oleh penderita diabetes. Beras itu hasil temuan guru besar teknologi hasil pertanian Universitas Jember Profesor Ahmad Subagio.

"Pemesannya selain di Jember dan sekitarnya juga kota-kota besar lainnya, seperti Jakarta dan Depok. Karena bahan dasarnya singkong, beras ini bagus juga untuk penderita jantung, kolesterol dan buang air besar jadi lancar," kata Subagio di Jember, Jatim, Rabu (1/8).

Beras cerdas adalah beras analog karena terbuat dari adonan tepung singkong. Beras itu merupakan hasil penelitian dalam mencari bahan pangan alternatif selain beras. Beras cerdas dijual di Jember seharga Rp 7.000/kg. Sebenarnya harga tersebut bisa ditekan hingga Rp 6.000 jika ada kepedulian dari pemerintah, seperti menyubsidi harga singkong di tingkat petani.

Saat ini singkong di petani harganya Rp1.000/kg. Kalau ada subsidi dari pemerintah bisa Rp 6.000.

"Selain itu tepung dari singkong sebelum dibuat beras cerdas yang kami beri nama tepung mocaf (modified cassava flour) harganya Rp 5.500/kg. Kalau misalnya produk tepung mocaf bebas PPN, maka harganya bisa Rp 4.000 sehingga beras cerdas bisa turun juga," katanya.

Ia akan menyasar dua segmen pasar, yakni masyarakat yang terbiasa makan singkong dan penderita diabetes, jantung, kolesterol.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...