Rabu, 27 Juni 2012, 16:58 WIB

Sst, Jatuh Cinta Bisa Bikin Langsing, Begini Caranya

Rep: Ferry Kisihandi/ Red: Endah Hapsari
Lelehan dark coklat dan orange fondue (Ilustrasi)
Lelehan dark coklat dan orange fondue (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Anda jatuh cinta? Jatuh cinta itu tidak sekadar menyenangkan, tetapi juga dapat menurunkan berat badan, tanpa mesti mengikuti program diet. Ini hasil penelitian yang dipublikasikan majalah kesehatan Italia, Dimagrire. Apa kaitan cinta dengan bobot badan? Amleto D'Amicis, ahli gizi pada penelitian itu, mengungkapkan bahwa seperti cokelat dan permen yang mengandung kalori serta karbohidrat dapat memberikan stimulus kepada neurotransmitter dan secara umum menciptakan rasa senang dalam diri seseorang kendati membentuk penumpukan kalori.

''Namun, kala seseorang sedang jatuh cinta, maka asupan makanan itu tidak diperlukan lagi. Karena kebahagiaan saat mengonsumsi cokelat maupun permen serta jenis makanan yang mengandung karbohidrat tergantikan dengan kebahagiaan karena cinta,'' jelas D'Amicis.

D'Amicis mengakui bahwa berat badan akibat kebahagiaan karena cinta itu tidak berlangsung selamanya. Ia mengungkapkan bahwa sepertiga relawan dalam penelitian itu mengalami penurunan berat badan hingga mereka memasuki gerbang pernikahan.

Ketua Program Studi Boga, Ir Mahdiyah MKes, mengaku dapat menerima logika atas penelitian tersebut. Kendati tidak mengetahui secara rinci penelitian itu, ia mengatakan wajar jika seseorang yang mendapatkan rasa senang karena jatuh cinta itu tidak memerlukan makanan, seperti cokelat, yang menstimulasi rasa senang ke otak. ''Ini karena rasa senang yang diperoleh dari cokelat itu sudah digantikan oleh perasaan senang saat jatuh cinta,'' ujarnya seraya mengungkapkan logika pada penelitian itu, yaitu seseorang yang jatuh cinta tentu akan selalu memikirkan pasangannya.

Mahdiyah mengungkapkan bahwa kegiatan seseorang berkaitan dengan kebutuhan kalori yang berpengaruh pada bobot tubuh. Secara teoretis, menurutnya, kebutuhan itu dikategorikan pada kelompok ringan, sedang, dan berat. Dengan demikian, menurut alumnus S-2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia itu tidak mustahil intensitas kegiatan memikirkan pasangan pada mereka yang sedang jatuh cinta turut menyita kalori pada tubuhnya sehingga menyusutkan bobot tubuh.

Berkaitan dengan penelitian itu, Mahdiyah berasumsi bahwa semestinya hasil penelitian itu tidak sebatas pada kasus jatuh cinta. Hal ini lantaran faktor rasa senang yang menstimulasi otak tidak semata dipicu jatuh cinta. Faktor lain pun dapat memicu rasa senang berlebihan. ''Ada baiknya kalangan akademisi di sini mengembangkannya dengan meneliti pada faktor-faktor lain,'' kata dia.