Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mau Aman Bersihkan Telinga? Coba Terapi Lilin

Selasa, 19 Juni 2012, 13:31 WIB
Komentar : 0
Terapi lilin
Terapi lilin

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Membersihkan telinga dengan cara konvensional menggunakan cotton bud alias korek kuping dianggap kurang aman, kini terapi lilin telinga atau ear candle menjadi solusinya. Bahkan tak hanya menjadi solusi membersihkan telinga secara aman, tetapi lilin telinga saat ini menjadi salah satu bagian gaya hidup masyarakat yang diyakini bisa membersihkan kotoran di telinga.

Hal itu pun kini diminati masyarakat khususnya pengunjung arena Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-34 di Taman Budaya Denpasar, Bali. "Banyak pengunjung yang ingin mencoba terapi telinga karena cukup efektif untuk membersihkan kotoran yang ada di telinga, terutama kotoran cair yang terletak di bagian rumah siput," kata seorang terapis terapi telinga, Muchtar, Selasa (19/6).

Ia mengatakan, terapi dengan lilin dan minyak aromaterapi berbagai jenis itu berguna juga untuk merangsang saraf telinga sebagai indera pendengaran yang merupakan salah satu organ vital. Namun banyak orang yang sering mengabaikan bagian dalam telinga. Padahal, di bagian tersebut banyak terdapat kotoran karena struktur telinga yang terbuka menyebabkan banyak debu dan kotoran yang mudah masuk.

Cara kerjanya cukup sederhana. Tahap pertama dilakukan pemijatan di sekeliling area telinga. Kemudian ear candle yang memiliki panjang sekitar 10 cm itu dengan sebagian ujungnya yang memiliki diameter lebih kecil dan kerucut, dimasukkan ke dalam telinga. Lilin lalu dibakar hingga menyisakan beberapa centimeter di atas bagian filter selama kurang lebih 25 menit proses pembersihan.

Pada orang yang pertama kali melakukan terapi itu, kotoran yang terangkat akan lebih banyak. "Akhir-akhir ini telinga saya terasa gatal, mungkin banyak kotoran. Setelah mencoba terapi itu rasanya cukup enak, hangat, dan telinga saya terasa ringan," kata Hendro salah seorang konsumen.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara
Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar.((HR Al Hakim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar