Sabtu, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Sabtu, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Bayi Lahir Caesar Gampang Gemuk, Benarkah?

Kamis 07 Juni 2012 10:03 WIB

Rep: Ichsan Emrald Alamsyah/ Red: Endah Hapsari

Ibu dan bayi (ilustrasi).

Ibu dan bayi (ilustrasi).

Foto: Blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, Berdasarkan studi terbaru dari Amerika Serikat, ternyata bayi yang lahir melalui proses caesar  atau disebut C Section memiliki risiko dua kali lebih mudah gemuk pada usia tiga tahun dibandingkan bayi yang melalui persalinan biasa. ‘’Perempuan saat ini harus sadar bahwa jika mereka lebih memilih persalinan melalui C-Section maka anaknya berisiko  kegemukan,’’ ujar  Susanna Huh, Direktur Growth and Nutrition Profram at Children’s Hospital di Boston yang dikutip dari Healthday.

Studi ini melibatkan 1.250 ibu dan anak di sejumlah rumah sakit di Massachusetts, AS, pada 1999-2002. Sebanyak 25 persen dari mereka melahirkan melalui proses Caesar dan sisanya melalui persalinan normal. Di Amerika Serikat sendiri, saat ini satu dari tiga anak lahir melalui proses Caesar, dan juga satu dari tiga anak mengalami kegemukan.

Menurut Susanna Huh, bayi mulai mengalami perkembangan dan kenaikan berat badan pada usia enam bulan dan pada usia tiga tahun. Pada perkembangan tahap awal, ujar dia, bayi-bayi yang dilahirkan melalui proses Caesar tak mengalami berat badan berlebih.

Akan tetapi, pada usia tiga tahun berdasarkan penelitian, sebanyak 16 persen bayi lahir Caesar mengalami kegemukan. Angka bayi lahir normal yang mengalami kegemukan hanya 7,5 persen. Kemudian 19 persen bayi lahir Caesar juga mengalami kegemukan dibandingkan dengan yang lahir normal sebesar 17 persen.

Saat ini para ahli sendiri sedang berusaha mengetahui penyebab kegemukan ini khususnya faktor yang menyebabkan bayi mengalami kegemukan. Selain itu, hingga saat ini belum diketahui penyebab utama bayi mengalami kegemukan ketika dihubungkan dengan lahir secara caesar.

Namun kabar ini, menurut Dr Amos Grunebaum, tak harus membuat perempuan takut untuk melakukan operasi Caesar. Hal ini karena menurut perwakilan asosiasi obgyn dari  Rumah sakit New York Presbyterian di Kota New York ini memang ada beberapa  perempuan yang butuh penanganan khusus seperti operasi Caesar. 

Sehingga, tegas dia, memiliki potensi bayi yang akan mengalami kegemukan bukan suatu alasan untuk tidak melakukan operasi Caesar. Hal ini karena jika tidak melakukan operasi Caesar maka keselamatan ibu dan bayi bisa lebih membahayakan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA