Friday, 28 Ramadhan 1435 / 25 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mengupas 'Kesaktian' Kulit Semangka

Monday, 21 May 2012, 07:27 WIB
Komentar : 0
Buah semangka, ilustrasi
Buah semangka, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Selama ini, semangka hanya dikonsumsi bagian daging yang berwarna mencolok, seperti merah dan kuning, sementara bagian lapisan putih dekat kulit luar sering dibuang dan menjadi limbah. Padahal, bagian ini justru mengandung zat antioksidan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan kulit.

Berangkat dari hal itulah, empat mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memanfaatkan lapisan putih kulit semangka (Citrullus Vulgaris Schrad) untuk bahan pembuatan masker yang bermanfaat bagi kesehatan kulit.

"Lapisan putih kulit semangka sebenarnya banyak mengandung zat yang berguna bagi kesehatan, salah satunya adalah sitrulin. Sitrulin merupakan salah satu zat antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit," kata salah seorang mahasiswa Laila Dhunurain Rochmatika di Yogyakarta, Ahad (20/5).

Laila menjelaskan, "Pemanfaatan lapisan putih buah semangka saat ini tergolong masih kurang maksimal, padahal mengandung zat antioksidan. Oleh karena itu, kami menganalisis kandungan antioksidan pada masker wajah berbahan dasar lapisan putih kulit semangka."

Dikatakannya, pemilihan semangka dalam penelitian itu karena semangka merupakan buah yang dikenal luas masyarakat, mudah dijumpai di berbagai daerah, dan harganya relatif murah.

Penggunaan masker dari buah, masih kata Laila, merupakan salah satu cara mengembalikan kesegaran wajah. Manfaat masker selain melembutkan kulit, juga membuka pori-pori yang tersumbat karena kotoran, debu maupun sisa kosmetik yang tidak bisa hilang oleh pembersih biasa.

"Selain itu, masker juga dapat mengembalikan kelembaban dan kehalusan kulit serta menggantikan sel-sel kulit yang sudah mati dan dapat menjadikan otot-otot wajah menjadi rileks," kata Laila.

Selain Laila, tiga mahasiswa yang juga ikut dalam penelitian itu adalah Hesty Kusumastuti, Galih Dian Setyaningrum, dan Niken Istikhari Muslihah. Mereka adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia dan Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar