Rabu, 8 Zulqaidah 1435 / 03 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Waspadai Bahan Pengawet dalam Makanan, Ini Dia Salah Satunya

Rabu, 18 April 2012, 12:09 WIB
Komentar : 0
made-in-china.com
Makanan dalam kemasan/ilustrasi
Makanan dalam kemasan/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Mari kita meneliti tabel komposisi (ingredient) pada makanan. Cermati bahan-bahan apa yang masuk ke dalam perut kita. Satu di antaranya adalah natrium benzoat.
Apa itu? Natrium benzoat  (C7H5NaO2) sejatinya termasuk bahan pengawet buatan. Fungsinya pada makanan adalah untuk mencegah jamur.

Senyawa benzoat secara alami dapat kita temukan  pada apel, cengkih, dan kayu manis. Sebagai bahan pengawet buatan kita temukan pada berbagai produk makanan dan minuman yang berasal dari buah-buahan. Misalnya, dressing, jus buah, kecap, margarin, mentega, minuman ringan, sambal, saus tomat, dan selai.

Bagaimana pengaruhnya? Natrium benzoat bukan termasuk bahan yang bisa digunakan bebas besarannya. Namun, ada ketetapan batas penggunaan hariannya untuk melindungi kesehatan konsumen. Aturan pemakaian natrium benzoat adalah 0,05 persen – 0,10 persen (500-1.000 ppm).

Jika digunakan lebih dari 0,1 persen, ia akan meninggalkan rasa tertentu di mulut. Natrium benzoat, seperti bahan pengawet buatan lainnya, meski bukan masuk kategori racun, sebaiknya digunakan secara tidak berlebihan. Bila memungkinkan, hindari penggunaan bahan pengawet buatan.

Reporter : nina chairani
Redaktur : Endah Hapsari
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Masjid Pertama di Alaska Resmi Dibuka
ALASKA -- Alhamdulillah, sebuah masjid di Alaska resmi dibuka sekaligus menjadi bangunan masjid pertama disana. Seperti dilansir dari Onislam.com, Selasa (2/9), masjid ini...