Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

UGM Kembangkan Terapi Autis dengan Berkuda, Kok Bisa?

Sabtu, 31 Maret 2012, 17:43 WIB
Komentar : 0
R. REKOTOMO/ANTARA
Latihan berkuda (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 2012 ini mengembangkan metode terapi baru bagi anak-anak penderita autis yaitu dengan terapi berkuda. Adalah

Adalah Gadjah Mada Equestrian Center (GMEC) Fakultas Peternakan UGM dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Berkuda kampus tersebut yang mengembangkan metode baru bagi penanganan anak autis ini.

Menurut Ketua GMEC, Edi Suryanto, terapi berkuda ini baru digelar pihaknya sejak awal Maret ini. "Hingga akhir Maret ini sudah ada 6 siswa penyandang autis yang ikut terapi kita," terangnya, Sabtu (31/3).

Lima dari enam siswa tersebut berasal dari Sekolah Autis Fajar Nugraha, dan satu orang dari SLB Damayanti. "Terapi kita gelar setiap Minggu saja," tambahnya.

Menurutnya, anak-anak penderita autis diajak untuk berinteraksi dengan Kuda. Kegiatan ini diharapkan mampu membantu konsentrasi pada penderita. Selain itu juga membantu dalam bersosialisasi dengan anak-anak lainnya.

“Anak-anak diberikan kegiatan mulai dari dilatih memberi makan, menyisir rambut dan ekor, memandikan, memasang pelana serta menunggang Kuda,” tandasnya.

Terapi ini kata dia, mampu membantu konsentrasi dan mengurangi agresifitas penderita autis. “Berinteraksi dengan Kuda menimbulkan rasa senang pada anak autis serta membantu memfokuskan konsentrasi,”jelasnya.

Selain membuka program terapi autis denga berkuda, GMEC juga menawarkan sekolah berkuda (riding horse). GMEC mengajarkan kemampuan menunggang kuda bagi siswanya meliputi latihan dasar menunggang kuda (basic riding), tunggangan serasi (dressage), halang rintang (show jumping), cross country, dan endurance. Latihan dilakukan selama 1 jam, 4 kali dalam sebulan.

“Sekolah berkuda ini cukup mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Sejak dibuka Februari lalu terdapat sekitar 100 pendaftar, tapi kami hanya batasi menerima 20 orang karena baru memiliki 4 ekor Kuda,” tandasnya.

Sementara itu menurut psikolog perkembangan anak UGM, Endang Ekowarni, keberhasilan terapi berkuda bagi anak autis ini sangat tergantung pada kondisi pasien dan terapis.

"Terapis autis juga harus menguasai karakter kuda tidak hanya untuk sekedar dikendarai. Selain itu juga tergantung kondisi anak sendiri," tambahnya.

Karenanya kata dia, terapis harus dibekali pelatihan tentang kondisi anak dan juga karakter kuda. Dengan begitu terapis bisa melakukan pendekatan-pendekatan yang bisa diterima anak menggunakan alat kuda.

 

Reporter : Yulianingsih
Redaktur : Heri Ruslan
1.428 reads
Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...