Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Terapi Autis dengan Menunggang Kuda di UGM

Jumat, 30 Maret 2012, 18:06 WIB
Komentar : 0
kingriverponyclub.org.au
Menunggang kuda (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- UGM mengembangkan upaya penyembuhan penyakit autis pada anak dengan cara mengajak anak-anak penderita autis untuk menunggang dan berinteraksi langsung dengan kuda.

UGM juga telah membuka layanan terapi autis dengan berkuda, sejak awal Maret ini. Program dikembangkan oleh Gadjah Mada Equestrian Center (GMEC), unit kegiatan yang dibentuk bersama-sama antara unit kegiatan mahasiswa (UKM) Berkuda UGM, Laboratorium Ternak Potong dan Kesayangan Fakultas Peternakan UGM, serta Direktorat Kemahasiswaan UGM.

Ketua GMEC, Ir Edi Suryanto MSc PhD, menyebutkan hingga saat ini terdapat enam murid yang sedang mengikuti terapi autis dengan berkuda, lima diantaranya dari Sekolah Autis Fajar Nugraha, dan satu orang dari SLB Damayanti.

Selain menunggang kuda, Edi menyampaikan anak-anak penderita autis diajak untuk berinteraksi dengan Kuda. Kegiatan ini diharapkan mampu membantu konsentrasi pada penderita. ''Anak-anak ini diberikan kegiatan mulai dari dilatih memberi makan, menyisir rambut dan ekor, memandikan, memasang pelana serta menunggang Kuda,'' ungkap Edi, Jumat.

Terapi dilakukan setiap hari Minggu pagi, mulai pukul 08.00-09.00, bertempat di lahan UGM yang dikelola Fakultas Peternakan di jalan Gambiran, Karangasem, Sleman. Kata Edi, terapi ini mampu membantu konsentrasi dan mengurangi agresivitas penderita autis. ''Berinteraksi dengan kuda menimbulkan rasa senang pada anak autis serta membantu memfokuskan konsentrasi,'' kata dia.

Psikolog perkembangan anak UGM, Prof Endang Ekowarni, menyebutkan terapi berkuda tergantung pada kondisi pasien dan terapis. Terapis autis juga harus menguasai karakter kuda tidak hanya untuk sekedar dikendarai.

''Semua sangat tergantung pada kondisi penderita serta kemampuan pelatih dalam melakukan terapi,'' kata dia.



Reporter : Yoebal Rasyid
Redaktur : Hazliansyah
1.283 reads
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda