Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ani Yudhoyono: Gaya Hidup Sehat Dapat Cegah Kanker

Rabu, 22 Februari 2012, 15:09 WIB
Komentar : 0
Gaya hidup sehat dapat terhindar dari kanker (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kanker merupakan salah satu penyakit yang menduduki peringkat cukup tinggi penyebab kematian. Pencegahan kanker menjadi sangat penting dan dapat dimulai melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

Ibu Ani Yudhoyono saat membuka seminar nasional tentang kanker memperingati Hari Kanker Sedunia di mengatakan, untuk melawan kanker melalui revolusi budaya hidup menjadi lebih sehat dan mengubah cara pandang kita terhadap kanker.

Ditambahkannya untuk memperkuat semangat hidup dan kemampuan bertahan pengidap kanker, maka Ibu Negara ini meminta agar diagnosis kanker bagi seseorang jangan disebut dengan divonis terkena kanker.

"Bagi seorang penderita kanker janganlah dikatakan sebagai vonis tapi didiagnosis. Jadi ini juga merupkaan perubahan cara pandang kita terhadap kanker. Pemeliharaan lingkungan baik air, udara, maupun makanan termasuk pengelolaan limbah terutama bahan berbahaya dan beracun atau b3 menjadi sesuatu yang amat penting," kata Ani di Istana Negara, Rabu (22/2).

Pengobatan herbal

Ia mengatakan, pengobatan alternatif dengan menggunakan bahan herbal hendaknya bisa didorong untuk penanganan kanker.

"Sesungguhnya kita wajib bersyukur karena menganugerahkan bangsa ini tumbuhan dan hewan baik di darat maupun di laut bahkan Indonesia mendapat julukan sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. OKI bisa dibangun kerja sama yang tepat antara kita dan negara lain untuk meneliti kemungkinan obat untuk mengatasi kanker," katanya.

Ani menambahkan,akhir-akhir ini kita sering mendengar banyak orang menyebut bahwa kunyit putih di Indonesia dapat untuk menyembuhkan kanker. "Nah, ini perlu diadakan riset. Saya mengimbau seluruh peneliti untuk meneliti benarkah kunyit putih bisa menyembuhkan kanker. Kita sekali lagi merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi," cetusnya.

Ani mengatakan selain penelitian mengenai herbal yang bisa membantu pengobatan kanker, juga diperlukan peningkatan peran dan profesionalitas tenaga medis untuk perawatan kanker.

"Harus kita akui bahwa sistem penatalaksanaan penyakit kanker di negara kita masih belum optimal. Ketersediaan tenaga medis yang profesional belum cukup dan belum tersebar secara merata. Sementara fasilitas yang memadai dan terjangkau tidak mudah untuk diwujudkan. Ini yang harus dijawab oleh Kemenkes dan perguruan tinggi bagaimana mencetak tenaga medis yang handal untuk mengatasi penyakit kanker. Sehingga nantinya proporsional tenaga medis itu bisa baik lagi," paparnya.

Redaktur : Ramdhan Muhaimin
Sumber : Antara
1.599 reads
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  cara hidup sehat Rabu, 7 Maret 2012, 09:30
setuju ini sama pendapat beliau, mari budayakan hidup sehat mulai dari sekarang.cara hidup sehat
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda