Thursday, 5 Safar 1436 / 27 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Alergi? Coba Lakukan Tes

Tuesday, 17 January 2012, 01:54 WIB
Komentar : 1
klikdokter.com
Cokelat juga bisa picu alergi
Cokelat juga bisa picu alergi

REPUBLIKA.CO.ID, Untuk mengetahui sensitivitas seseorang terhadap alergen, yang bersangkutan perlu menjalani skin prick test. Namun, sebelum menempuh tes uji alergi ini, pasien harus bebas antihistamin selama dua pekan. Tes ini dilakukan dengan menusukkan alergen ke kulit. Andaikan positif alergi, kulit akan memerah dan timbul tonjolan yang dapat diukur luasannya. ''Karena sifatnya menusuk dengan jarum, tes ini tidak nyaman untuk diterapkan pada pasien cilik,'' ungkap Dr dr Iris Rengganis SpPD KAI.

Dengan skin prick test, ada 24 jenis alergen yang dapat dilihat efeknya pada tubuh. Selain itu, metode lain juga bisa dicoba. ''Yakni dengan cek darah. Tetapi, jika dengan skin prick saja sudah jelas terlihat gambaran alerginya, tak perlu lagi tes darah,'' papar Iris.

Tes seperti itu akan membuat penderita alergi paham apa yang membuatnya terganggu. Harapannya, ia bisa menghindari pencetusnya. ''Jika pencetusnya dihindari, otomatis tingkat kesakitannya juga bisa diturunkan,'' cetus Iris yang bertugas di Divisi Alergi Imunologi Klinik Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)-RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Alergi terjadi akibat reaksi menyimpang dari tubuh berkaitan dengan peningkatan kadar imunoglobulin E (Ig E) yang merupakan suatu mekanisme sistem imun. Karena merupakan suatu kelainan, penyakit ini tidak menular. ''Seseorang bisa kena alergi entah karena faktor keturunan atau faktor lingkungan,'' papar Iris.
Banyak unsur yang dapat menjadi pencetus alergi. Alergen bahkan dapat masuk ke dalam tubuh dengan beragam cara. ''Baik lewat saluran napas (inhalan), percernaan (ingestan), suntikan (injektan) semisal penisilin atau yang menempel pada kulit (kontaktan).''

Alergi yang menyerang sistem pencernaan timbul menyusul reaksi tubuh yang berlebihan terhadap masuknya suatu alergen ke dalam tubuh. Sumber masalahnya bisa berupa makanan atau minuman. Sebut saja misalnya, susu, keju, telur, cabai, tomat, stroberi, cokelat, malt, atau ikan laut.Akibat paparan alergen, penderita alergi bisa mengalami diare, muntah, atau urtikaria alias biduran. Urtikaria merupakan kelainan kulit yang ditandai dengan adanya bentol, kemerahan, dan gatal. ''Untuk menghindari ketidaknyamanan ini, hindarilah mengonsumsi makanan atau minuman yang membuat Anda terganggu.''

Reporter : reiny dwinanda
Redaktur : Endah Hapsari
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menteri Susi: Laut Terpanjang Kedua Dunia, Hasil Laut Baru Kelima ASEAN
AKARTA -- Indonesia memiliki kawasan laut yang sangat luas. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiasti bahkan mengatakan, kelautan dan perikanan bisa membawa Indonesia...