Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pembenaran Bukti Ilmiah Haramnya Daging Babi

Minggu, 15 Januari 2012, 09:04 WIB
Komentar : 0
Reuters/David Gray
Seorang pedagang daging babi melayani pembeli di sebuah pasar kecil di Beijing, China.
Seorang pedagang daging babi melayani pembeli di sebuah pasar kecil di Beijing, China.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Sebuah hasil penelitian dalam British Journal of Cancer dari peneliti Swedia menyebutkan konsumsi 14 ons daging babi olahan dapat menyebabkan peningkatan 19 persen resiko kanker pankreas. Penelitian ini semakin memperkuat kebenaran aturan agama yang melarang konsumsi daging babi.

Menurut National Cancer Institute, potensi kanker pankreas dapat terjadi dengan perbandingan satu dari 65 orang. “Apabila anda mengkonsumsi daging babi tersebut setiap hari, resiko anda akan naik menjadi 1,7 persen. Itu memang masih sangat kecil,” ujar peneliti dari National Cancer Institute, Dr Richard Besser, kepada ABC News, Sabtu (14/1).

Makanan yang berasal dari babi setidaknya dilarang oleh dua agama besar dunia, Islam dan Yahudi. Dalam Alquran, larangan tersebut tertulis: "Diharamkan bagimu daging dari bangkai hewan, darah, dan daging babi, dan setiap (makanan) yang disembelih selain dari nama Allah.''

Sedangkan, pelarangan babi di Yahudi tertulis dalam Alkitab di Perjanjian Lama. "Dan babi, meskipun itu berkuku dan berkaki belah, dia adalah haram untukmu. Daging mereka janganlah kamu makan, bangkai mereka janganlah kamu sentuh. Mereka haram bagimu.''

Menurut sebuah laporan di Los Angeles Times, orang Cina tercatat sebagai pengkonsumsi babi terbesar dunia. Masyarakat Cina rata-rata mengkonsumsi 50 kg daging babi per tahun atau dua kali lipat dari orang Amerika. Cina juga merupakan produsen daging babi terbesar dunia dengan 460 juta ekor babi atau setengah dari total konsumsi babi global.

Padahal dalam beberapa teks Cina kuno, praktek mengkonsumsi babi ini sebenarnya dilarang. Kitab Konfusian dari Ritus yang berumur 3.000 tahun lalu mengatakan: "Seorang pria tidak boleh makan daging babi dan anjing." Pelarangan babi terdapat juga dalam sebagian kelompok Hindu dan Kristen seperti Advent Hari Ketujuh serta Gereja Ortodoks Ethiopia.

Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : ibtimes.co.uk
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  ruri Rabu, 19 September 2012, 08:31
apa yang keluar dari mulut (perkataan) bisa JAUH LEBIH HARAM daripada apa yang masuk ke mulut (sekedar makanan)
  tommy Minggu, 15 Januari 2012, 15:44
Buat yang kasih komentar tentang ajaran agama lain: Silahkan amalkan ajaran agama masing2. Gak perlu buat komentar gak nyambung soal agama lain yang punya ajaran berbeda.
  Lutfi Minggu, 15 Januari 2012, 15:18
Kalau sudah dilarang oleh nash-nash yang shahih, CUKUP !!! Tidak perlu dicari2 pembenarannya.
  ekko Minggu, 15 Januari 2012, 12:07
jangankan manusia... LALER aj ogah nemplok disitu... klo ada manusia yg mkan babi berarti dia lebih jorok dari pada LALER, klo ga percaya silahkan anda analisis statement saya... thx :)
  opik Minggu, 15 Januari 2012, 11:28
orang katholik dan kristen sekarang pada makan daging babi karena yang diikuti bukan ajaran yesus melainkan paulus sang penyesat

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...