Rabu, 12 Oktober 2011, 07:55 WIB

Waspada Batuk Saat Hamil

Rep: Dwi Murdaningsih/ Red: Siwi Tri Puji B
obgyn911.com
Hamil. Ilustrasi
Hamil. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Selama masa kehamilan, sistem kekebalan tubuh menurun. Ibu hamil membutuhkan sistem kekebalan yang lebih banyak. Ia tak hanya melindungi diri sendiri, tapi melindungi sang jabang bayi pula. Hal ini menyebabkan ibu hamil lebih rentan menghadapi semua kuman, sehingga rawan sakit.

Batuk adalah suatu tindakan reflek sebagai respon untuk membersihkan saluran pernafasan yang terkena lendir atau iritasi. Batuk, biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Biasanya akan sembuh dalam waktu dua minggu. Ibu hamil harus berhati-hati jika mengalami batuk yang terus menerus. Segera periksa ke dokter, jangan sampai ibu hamil menderita infeksi dada.

Menurut Karina Dyer,dari Infant Affinity, batuk selama masa kehamilan adalah hal wajar. Batuk sebagai tanda ibu hamil perlu istirahat lebih banyak.

Untuk pertolongan pertama, ibu hamil bisa minum paracetamol. Jangan sekali-kali mencoba Ibuprofen, Nurofen, atau aspirin kecuali atas rekomendasi dokter. Selain berkonsultasi kepada dokter, ibu hamil bisa meminta masukan dari apoteker ketika membeli obat, agar diberi penjelasan efek dari obat yang dikonsumsi.

"Tapi lebih baik pergi ke dokter, anda bisa meminta tips kesehatan gratis selama masa kehamilan," ungkap Lorraine Berry, bidan terdaftar dari Birth Affinity.

Saat membeli obat, pastikan ibu hamil mempelajari dampak obat terhadap kehamilan. Ada beberapa jenis obat yang cukup mempengaruhi pada masa kehamilan tiga bulan pertama. Adapula yang berdampak di masa kehamilan di trimester berikutnya.

Untuk mencegah batuk pada ibu hamil, pastikanminum banyak air. Jangan sampai dehidrasi. Air minum dan jus jeruk cukup baik untuk menambah cairan dan pasokan vitamin C agar daya tahan tubuh lebih kebal.

Berita Terkait