Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Susu Formula Berisiko Menyebabkan Otak tak Berkembang

Senin, 23 Agustus 2010, 23:30 WIB
Komentar : 0
Susu formula/ilustrasi.
Susu formula/ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pemberian susu formula pada bayi baru lahir ternyata memberi risiko yang tak ringan. Otak bayi berpotensi tidak berkembang akibat terlalu banyak mengkonsumsi susu formula.

''Risiko sistem jaringan otak tidak terbangun sebesar 20 persen,'' kata Penasihat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) DKI Jakarta, Sri Purwanti Hubertin, Senin (23/8).

Hubertin mengatakan bahwa kandungan susu formula tidak sebaik kandungan nutirisi yang terdapat di dalam air susu ibu (ASI). Dia mencontohkan taurin, asam amino rantai panjang, untuk proses maturasi otak banyak terdapat di ASI dan hanya sedikit terkandung pada susu sapi.

Protein whey yang mudah diserap oleh usus bayi dan digunakan 100 persen oleh tubuh ada pada ASI. 65 Persen protein ASI berjenis whey sedangkan pada susu formula kandungan protein whey maksimal hanya 20 persen dan sisanya protein casein. Whey protein diketahui mengandung enzim, hormon, antibodi, faktor pertumbuhan, dan pembawa zat gizi.

Dalam sebuah artikel Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) disebutkan susu formula lebih banyak mengandung protein casein hingga 80 persen yang sulit dicerna usus bayi yang pada akhirnya dibuang oleh bayi. Pembuangan protein casein tersebut lewat ginjal. Sehingga ginjal bayi sudah dipaksa untuk membuang casein.

Ginjal bayi yang sudah bekerja membuang protein casein, dikatakan Hubertin, menjadi salah satu pemicu banyak kasus gagal ginjal terjadi pada anak. Ia mencontohkan saat ini anak usia 14-15 tahun ada yang sudah menderita gagal ginjal.

''Risiko lain dari konsumsi susu formula adalah mudahnya terjadi pengapuran pada pembuluh darah,'' kata Hubertin. Karena lemak di dalam ASI selain sebagai nutrisi juga membentuk enzim penghancur lemak yang tidak diperlukan tubuh. Pada susu formula enzim penhancur tidak terbentuk sehingga lemak berdiam di dalam tubuh yang menyebabkan pengapuran pada pembuluh darah. ''Yang terlihat saat ini banyak orang stroke muda. Salah satu penyebabnya adalah pengapuran yang terjadi pada pembuluh darah,'' tutur dia.

Beberapa risiko tersebut menyebabkan pemberian ASI sangat penting bagi bayi baru lahir. Ibu harus paham betapa pentingnya ASI bagi bayi. Namun Hubertin menyayangkan masih banyak petugas kesehatan maupun fasilias kesehatan yang belum menyadari pentingnya ASI bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sehingga mereka kurang mendorong pemberian ASI pada bayi baru lahir.

Reporter : Prima Restri
Redaktur : Endro Yuwanto
Jauhkanlah diri kamu daripada sangka (jahat) karena sangka (jahat) itu sedusta-dusta omongan, (hati)(HR Muttafaq Alaih )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  akumelarat Kamis, 17 Februari 2011, 10:32
Ikatan Bidan Indonesia itu betul, tapi bu bidan percuma teriak2 ini itu, abis yg punya wewenang selalu pengen cpt kaya ga peduli keturunannya udah gede jadi otak udang makanya 2035 bangsa kita 99% otak udang tapi pinter korup yg 1% keturunan gue kali jauh dari korup, nah ank gua jadi pjbt baru gue suruh hjr ank2 kurup
  fath_22 Senin, 7 Februari 2011, 10:03
apa iya jadi worry nih, tapi bagaimana dengan ibu bekerja dan ASI ga begitu banyak atau dengan bayi laki-laki yang asupan asinya kuat, jd bingung+takut karena aku pake susu formula disamping ASI juga, dimana dunk????????????
  widya Kamis, 27 Januari 2011, 09:38
alhamdulillah aku bs ksh asi smpe anakku 2th lbh,n skr bs menikmati hasilnya anak yg pintar n tdk mdh skt :)
  kawanlama95 Selasa, 21 Desember 2010, 07:54
informasi ini bagus dan kita harus lebih hati-hati mencari susu formula , makasih infonya
  Diah Selasa, 30 November 2010, 07:21
dua hari pertama asi saya ngga keluar, alhamdulilah rumah bersalinnya ngga nawarin formula,malah mendorong saya untuk terus menyusui bayi. dan dari yang saya baca, kebutuhan bayi baru lahir cukup hingga 2 hari pertama tanpa makan