Kamis, 25 Syawwal 1435 / 21 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ceragem, Solusi Alternatif Menuju Sehat

Rabu, 03 Juni 2009, 01:50 WIB
Komentar : 0
JAKARTA--Perkembangan dunia kesehatan kini semakin pesat. Tidak hanya melulu melibatkan pengobatan modern, namun juga pengobatan alternatif. Ceragem merupakan salah satu teknik pengobatan efektif yang menawarkan perpaduan antara teknologi canggih dunia kedokteran dengan pengobatan tradisional warisan leluhur. Ceragem merupakan opsi alternatif yang menjembatani antara teknologi barat dengan warisan pengobatan warisan leluhur. Kombinasi dari dua dunia pengobatan itu diyakini menimbulkan sinergi yang ampuh membantu kesembuhan.

Berasal dari negeri gingseng, Korea, Ceragem kini menjadi solusi alternatif masyarakat Indonesia yang kerap bingung  memilih cara menuju sembuh. Salah satu pusat pengobatan ceragem di bilangan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Jakarta Timur yang selalu dipenuhi warga setiap harinya.

Menurut Direktut Pusat Ceragem cabang Klender, Ratri Handayani ketika ditemui Republika Online, akhir pekan lalu, mencatat tak kurang dari 525 tamu yaitu sebutan pasien untuk pengobatan Ceragem. Mereka datang untuk mencari jalan keluar kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Dibuka pukul 8 pagi, warga rela antri untuk mendapatkan kesempatan menikmati sentuhan "magis" Ceragem. "Kalau pagi, antrian bisa mencapai pom bensin yang berada disebelah lokasi," tutur Ratri.

Ceragem merupakan sebutan alat kesehatan yang menggunakan teknologi sinar infra merah yang dipadukan dengan batu giok dalam balutan mesin berteknologi canggih. Terdapat empat prinsip utama pengobatan ceragem yakni urut, knop, Infra merah jauh dan Chiroparactic (tulang belakang) menjadi langkah proses penyembuhan.

Prinsip urut pada tubuh manusia diyakini masyarakat timur memiliki aliran chi. Apabila terserang penyakit maka aliran chi menjadi terhambat dan akibatnya metabolisme tubuh tidak berjalan normal lalu tubuh pun sakit. Dengan batu giok yang berjumlah 9 buah pada ceragem akan memberikan tekanan pada tubuh pada 12 titik di daerah tulang belakang dan 3 titik pada perut, dengan begitu aliran darah akan menjadi lancar.

Sedangkan prinsip kop, diyakini mampu memberikan rangsangan, mengaktifkan fungsi sel, membantu memproduksi sel, membersihkan pembuluh darah hingga malancarkan peredaran darah, memperbaiki syaraf dan menaktifkan metabolime hingga tubuh anti bodi pun meningkat. 

Prinsip ketiga, pemberian sinar infra merah. Menurut kepercayaan masyarakat Timur, sinar infra merah merupakan sinar kehidupan yang diyakini mampu menembus ke dalam tubuh dengan mengeluarkan rasa panas dan selanjutnya mendeteksi penyakit ditubuh. "Jika tamu merasakan panas, lalu usai pemberian sinar infra merah kulit menjadi kemerahan dan terfokus maka tamu memiliki penyakit ditubuhnya," tutur Ratri.

Sinar infra merah yang berpadu ketika batu giok memberikan tekanan pada titik-titik pada tubuh akan sumber penyakit. Hasil deteksi terlihat pada kulit yang menjadi kemerahan karena peredaran darah ditubuh tidak lancar.

Prinsip terakhir adalah Chiropractic atau tulang belakang. Ceragem, dikatakan Ratri memang pengobatan yang menyakini bahwa sumber berbagai penyakit berasal dari tulang belakang. Tulang punggung, kata dia memiliki susunan syaraf yang vital bagi tubuh. Ketika tubuh mengalami gangguan maka diyakini permasalahan bisa berasal dari tulang belakang.

Seluruh tahapan prinsip dilaksanakan dalam waktu 30 menit. Dibagi menjadi dua sesi, pertama sesi bagian tulang belakang serta pinggul dan kedua, sesi badan. 13 titik pada tulang belakang dan 3 titik pada perut diberi waktu penekanan oleh giok dan penyinaran sinar infra merah jauh selama dua menit. Pemberian sinar infra merah jauh tidak dilakukan secara terus menerus namun berotasi. Prosesi Tubuh Esensi pengobatan Ceragem, pada dasarnya tercantum dalam tiga poin yakni menyembuhkan, mendeteksi dan merawat. Para tamu, kata Ratri, dengan sendirinya setelah mengikuti pengobatan Ceragem akan tahu apa yang harus dilakukan. Jika dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah pantangan. Namun, ceragem menanamkan kepada para tamu untuk menyadari hal-hal apa yang harus dilakukan guna kesembuhan mereka."Ceragem tidak kenal pantangan, namun lebih membutuhkan kesadaran tamu untuk menjaga diri mereka sendiri," kata Ratri.

Manfaat utama pengobatan Ceragem mampu menyembuhkan beragam penyakit. Seperti gangguan ginjal, kencing manis, sakit jantung, asam urat darah tinggi, gangguan labung, stoke dan lain-lain. Selain itu, penyembuhan melalui pengobatan ceragem tidak menimbulkan efek samping. Sekalipun terjadi reaksi, hal itu merupakan kerja penyinaran sinar infra merah jauh yang menjadi bagian prosesi dalam tubuh untuk memperbaiki diri

Pertama kali muncul tiga tahun lalu, Ceragem kini menjadi pilihan masyarakat untuk berobat. Yusniar (65 tahun) warga asal Bunga Rampai, Klender Jakart Timur misalnya, semenjak dua bulan telah mengikuti pengobatan ceragem guna mengatasi penyakit Rhematik dan Asam urat yang dideritanya. Berbagai pengobatan pun telah diikutinya namun tak kunjung pula membaik."Alhamdulillah, Kesehatan saya jauh lebih baik setelah mengikuti pengobatan ceragem," kata dia.

Hal yang sama juga di rasakan Bapak Andi (68 tahun) warga Duren Sawit, Jakarta Timur. Sudah dua bulan dia mengikuti pengobatan Ceragem. Sama seperti Yusniar, penyakit Rhematik yang dideritanya cukup membuatnya bingung karena tak kunjung sembuh. Akhirnya dia memutuskan untuk mecoba ceragem dan dirinya kini merasa jauh lebih baik dari sebelumnya."Saya rela antri dari jam 8 pagi dan baru dapat giliran jam 10. Karena menurut saya, pengobatan seperti ceragem baik untuk usia-usia seperti saya ini," tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan Witarno (51 tahun) warga kampung Pertanian Selatan, Jakarta Timur yang merasakan manfaat usai satu tahun menjalani pengobatan ceragem. Dirinya merasa jauh lebih bugar dan segar kembali mengingat usia tidak lagi muda. Tubuhnya tak mudah lagi terserang penyakit. "Ya, untuk merasakan manfaat Ceragem. Saya harus rela antri karena itu juga bagian dari penyembuhan pula," katanya. (cr2/rin)
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar