Tuesday, 25 Ramadhan 1435 / 22 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bahaya Rokok Bentuk Gambar Efektif

Monday, 01 June 2009, 04:45 WIB
Komentar : 0
JAKARTA-- Vice President Yayasan Jantung Indonesia Mia Hanafiah mengatakan bahasa visual lebih efektif dalam peringatan kesehatan pada kemasan rokok. "Salah satu cara agar efektif adalah dengan bentuk visual atau gambar-gambar, karena bahasa visual lebih gamblang dari hanya sekadar peringatan," ujarnya dalam acara peringatan Hari tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada 31 Mei 2009 di Halaman Tugu Monas, Jakarta, Minggu (31/5).
Ia menambahkan, masyarakat khususnya generasi muda sekarang terancam oleh banyaknya iklan rokok yang begitu bebas dalam kehidupan remaja dan kondisi ini sangat mengkhawatirkan sehingga harus ada upaya pencegahan agar mereka tidak merokok. "Peringatan pemerintah yang ada dalam bungkus rokok tidak terbukti efektif untuk membuat perokok peduli dengan akibat yang ditimbulkan oleh sebatang rokok" ujarnya.
Di luar negeri, tambahnya, peringatan bahaya merokok sudah tidak seperti di Indonesia yang masih berbentuk tulisan di kemasan rokok namun sudah berbentuk gambar yang menjelaskan dampak buruk merokok.
"Soalnya semua orang tahu rokok berbahaya, tetapi seperti apa bahayanya tidak tergambar dengan jelas," ujarnya.
Dengan gambar-gambar yang lebih gamblang, lanjutnya, masyarakat yang berpendidikan rendah bisa menangkap makna dari bahaya merokok.
Menurut Survei Health Promotion Board tahun 2004 sebanyak 47 persen perokok menyatakan mereka mengurangi konsumsi rokok setelah melihat peringatan kesehatan dengan gambar di kemasan rokok.
Dampak buruk merokok antara lain dapat menyebabkan rambut rontok, karies pada gigi, kanker, penyakit jantung, kulit keriput, Ostereoporosis dan impotensi.
Acara peringatan Hari Tanpa Tembakau ini berlangsung atas kerja sama Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, Yayasan Jantung Indonesia dan Jaringan Pengendalian Dampak Tembakau Indonesia (ICTN).
Tema yang diusung dalam acara ini adalah peringatan kesehatan dalam kemasan rokok berupa gambar (pictorial helath warning). "Acara ini berlangsung sebagai pendidikan masyarakat dan perlu agar masyarakat lebih mengetahui bahaya secara nyata dari merokok," tambahnya.
Acara yang berlangsung dari pukul 06.00 ini juga dimeriahkan oleh pawai damai dari 2200 anak sekolah dari tingkat SMP,SMA dan SMK seJakarta dan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. (ant/rin)
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Mediasi Gencatan Senjata di Gaza, Tapi AS Tetap Bantu Israel
GAZA -- Dunia internasional mendesak Israel dan Hamas segera menghentikan perang yang telah mengakibatkan ratusan korban sipil, khususnya di Gaza. Amerika...