Hikmah: Kabar Kubur

Jumat, 18 Pebruari 2011, 09:46 WIB
gdb.rferl.org
Hikmah: Kabar Kubur
Muslimah berdoa di makam korban genosida Serbia tahun 1995.

Oleh : Yanuar Z  Arief*

Pernahkah kita bermimpi berada di suatu tempat yang sangat asing, yakni tempat yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya, suatu tempat yg angker dengan berbagai macam hal yg menakutkan, siksaan, dan malangnya lagi kita tak bisa keluar dari tempat tersebut.

Dan mimpi itu seakan-akan nyata adanya hingga kita menangis atau berteriak dalam tidur kita. Setelah terbangun dari mimpi tersebut, dengan nafas masih terengah-engah, kita pun bersyukur dan berucap, "untung ini semua hanya mimpi".

Pernahkah kita meyakini hal mengerikan tersebut akan benar-benar terjadi pada kita?

Rasulullaah SAW berkata: "...Ingatlah kematian, demi Dzat yang nyawaku berada dalam kekuasaan-Nya, kalau kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis." (Shahih Muslim).

Cepat atau lambat, alam kubur adalah fase yang pasti akan kita jalani. Fase kubur ini menjadi penentu sebelum menapak ke fase berikutnya, yaitu padang masyhar, pengadilan Allah SWT.

Jika sukses kita di fase ini, insya Allah di fase berikutnya kita pun akan sukses, yang puncaknya dengan kehidupan penuh kenikmatan di Jannatun Na'im (surga). Sebaliknya, jika kita gagal di fase ini, dapat dipastikan kegagalan juga yang didapati di fase berikutnya, yangg diakhiri dengan penderitaan tak terperi di neraka jahanam, na'udzubillah.

Semua tahu itu, tapi kadang kita lalai untuk bersiap diri.

Pernahkan kita memikirkan bila kemarin kita mengantarkan teman ke kuburnya, dan mungkin besok atau lusa giliran kita yg diantarkan ke kubur? Dan bila saat itu datang, apakah kita telah benar-benar siap? Akankah kita menyalahkan Yang Maha Pemurah karena tak memberikan kesempatan dan peluang bagi kita untuk bersiap diri?

Sering kita dikejutkan dengan berita orang-orang terkenal mulai dari tokoh masyarakat hingga para selebriti yg telah meninggalkan dunia ini selamanya, padahal masih terngiang prestasi atau karya-karyanya di dunia ini. Bahkan orang-orang di sekitar kita, apakah anggota keluarga, teman dekat atau pun tetangga yang telah meninggalkan kita selamanya, padahal sebelumnya kita masih berjumpa dan bercanda dengan orang-orang yg kita cintai tersebut. Sayangnya tipu daya setan dan beratnya beban hidup membuat kita terlena, hingga kita selalu merasa mendapat "giliran" paling akhir untuk menghadap-Nya.

Sebenarnya itu semua bagian dari  early warning system dari Yang Maha Pemurah bagi kita untuk bersiap diri. Selain "sinyal-sinyal" lain yg diberikan Allah SWT kepada diri kita secara langsung. Rambut yg telah berubah warna; mata yang dulunya tajam dan sangat awas  sekarang mulai memudar kemampuannya; gigi yang dulunya kuat melahap makanan apa saja, sekarang mulai terasa ngilu kalau menguyah, bahkan beberapa di antaranya mulai tanggal.

Belum terlambat untuk merenungi ayat ini:
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (QS Al Ankabut: 64).

Marilah kita mulai dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya dengan segenap kemampuan kita. Mari kita pastikan, tiada hari yg terbuang tanpa nilai ibadah kepada-Nya, walau itu hanya seulas senyum, tegur sapa serta jabat tangan yang iklhas kepada orang-orang di sekitar kita.

Insya Allah bila tiba giliran kita menghadap-Nya, tak ada teriakan penyesalan dari kubur kita.

 

 

* Penulis adalah peneliti di Lab  Tegangan Tinggi Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, Pontianak

______________________________________________________________

Anda ingin bersedekah pengetahuan dan kebaikan? Mari berbagi hikmah dengan pembaca Republika Online. Kirim naskah Anda melalui hikmah@rol.republika.co.id. Rubrik ini adalah dari dan untuk sidang pembaca sekalian. 

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Berbaiat Kepada Rosulullah Hadis riwayat Jarir bin Abdullah ra., ia berkata: Aku berbaiat kepada Rasulullah saw. untuk selalu mendirikan salat, memberikan zakat dan memberi nasehat baik kepada setiap muslim.(HR Muslim)
masfuah tusiran, Kamis, 24 Pebruari 2011, 15:27

"Dan bersegeralah kmu kpd ampunan Tuhanmu dan kpd surga yg luas'y seluas langit dan bumi, di sediakn untk org2 yg bertaqwa"(QS:3:133)

Balas
Hayun, Senin, 21 Pebruari 2011, 21:24

Ya Allah, semakin bertambah umur semakin cepat waktu kami untuk menghadap-Mu. Kontrak kami semakin hari semakin habis waktunya. Berilah petunjuk hambamu agar dapat menjalankan sisa kontrak untuk senantiasa beribada kehadirat-Mu. Walaupun hamba-Mu sadar begitu besar dosa yang pernah hamba lakukan.

Balas
dony, Senin, 21 Pebruari 2011, 21:23

iya bro, sepakat dengan artikel diatas. Oke bngt lah......

Balas
Teguh.W, Senin, 21 Pebruari 2011, 10:16

"Better late than never," trlmbt lbh baik drpd tak samasekali. Mumpung msh didunia,mari cepet2 brtobat dg didikuti amal2 shaleh. Menyesal di akhirat tiada guna.

Balas
WEILSAMAD, Senin, 21 Pebruari 2011, 09:57

Setelah roh diragut dr jasad, nyawa terbebas, jasad terbujur kaku & diurus utk dikebumi diperkuburan. Dilahad yg udah ditimbusi, jasad insan harus kesunyian & setiap hukuman positif pasti melapangkan manakala hukuman negetif akan menyeksakan. Tak siapa dapat membantunya, kecuali amalan baik mengikut arahan-Nya sahaja.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...