Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hikmah: Pendidikan Karakter

Kamis, 13 Januari 2011, 19:49 WIB
Komentar : 0
faizequran.com
Ilustrasi
Ilustrasi

Oleh Nur Faizin M___

    
Pada dasarnya manusia dilahirkan memiliki karakter yang fitrah. Rasulallah SAW bersabda, "Setiap bayi dilahirkan di atas fitrah." (HR Bukhari Muslim). Allah SWT juga menegaskan bahwa setiap jiwa manusia telah berjanji untuk beriman kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya. Firman Allah: "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): `Bukankah Aku ini Tuhanmu?' Mereka menjawab: `Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi'."(QS al-A`raf [7]: 172)

Namun, fitrah manusia tidak selamanya dapat dijaga sehingga setiap Muslim dapat menjadi pribadi-pribadi yang bersih dan jujur serta berakhlak karimah. Kemurnian fitrah manusia dapat dengan mudah terkontaminasi oleh pendidikan yang diberikan orang tua, masyarakat sekitar, dan bahkan sistem yang mendukung seseorang menjadi pribadi yang kehilangan karakternya.

Pribadi-pribadi yang kehilangan fitrahnya akan membentuk komunitas yang tidak berkarakter; mereka akan menjadi masyarakat jahiliyah dan cenderung plagiasi. Dalam konteks seperti itulah Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW kepada orang-orang jahiliyah yang hidupnya hanya mengikuti nenek moyang mereka yang tersesat dan menyembah berhala.

Rasulallah SAW mulai mendidik karakter jahiliyah masyarakat Arab waktu itu dengan meluruskan ideologi atau keyakinannya. Beliau meluruskan kemusyrikan mereka dengan paradigma tauhid, yaitu meyakini bahwa hanya ada satu Tuhan yang berhak disembah dan menjadi tujuan hidup seluruh manusia di muka bumi. Karakter tauhid inilah yang menjadi landasan pendidikan karakter yang diajarkan oleh Rasulallah SAW dalam seluruh ajaran-ajarannya. Syariat atau aturan serta undang-undang tidak serta-merta diterapkan oleh Rasulallah SAW. Undang-undang atau sistem yang tidak dilandasi oleh ideologi atau paradigma yang lurus pasti tidak efektif. Oleh sebab itu, Rasulallah SAW baru mendirikan suatu komunitas setelah beliau mampu mendidik generasi Muhajirin dan Anshar yang berkarakter di Madinah.

Pendidikan karakter yang terpenting adalah pendidikan moral dan etika. Rasulallah SAW sendiri pun menegaskan hal itu dalam sabdanya, "Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak karimah." (HR Ahmad dan yang lain). Menumbuhkan kembali akhlak karimah haruslah menjadi kompetensi dalam proses pendidikan karakter setiap bangsa.

Strategi Rasulullah SAW tersebut patut dijadikan teladan oleh bangsa kita. Tanpa paradigma yang tepat tentang hidup dan tujuannya, undang-undang dan sistem apa pun yang dibuat menjadi sia-sia belaka. Kita semestinya mampu menjaga kemurnian karakter, meluruskannya jika salah, membentuk sistem yang tidak merusaknya, serta mengawasinya dengan sebaik-baiknya. Wallahu a`lam. (Dimuat di Republika)

______________________________________________________________

Anda ingin bersedekah pengetahuan dan kebaikan? Mari berbagi hikmah dengan pembaca Republika Online. Kirim naskah Anda melalui hikmah@rol.republika.co.id. Rubrik ini adalah dari dan untuk sidang pembaca sekalian. 

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  tono Kamis, 20 Januari 2011, 14:35
mohon izin copy n bahan untuk buletin
  WEILSAMAD Minggu, 16 Januari 2011, 06:48
Setiap bayi yg dilahir berkarakter fitrah yg bersaksikan bhw, Allah SWT adalah Tuhannya. Kemurnian fitrah mudah dicemar oleh dasar pendidikan. Individu yg lupus fitrah adalah berjiwa jahiliyah; lemah minda, hasad dengki & plagiasi hidup. Kini kewujudan karakter jahiliyah udah muncul yg diigapmuat dr pendidikan barat.
  erlin Sabtu, 15 Januari 2011, 09:06
character building memang sangat dibutuhkan demi terciptanya generasi yg bermentalitas & produktif, maka ini adlh tugas orangtua $ pendidik agar selalu menanamkannya pd anak...jgn hanya mengajarkan pengetahuan tp karakter tdk dibina karna anak akn selalu butuh bimbingan.
  rany Jumat, 14 Januari 2011, 10:25
harusnya pendidikan karakter inilah yg pertama-tama diajarkan pada anak-anak, dicontohkan, dibiasakan sehingga nantinya bisa karena biasa , justru jangan dibebankan pelajaran2 yang terlalu banyak yang kedepannya justru bisa jadi "tidak di pakai" tapi pendidikan karakter/moral akan terpakai sepanjang hidup. wallahu'alam
  Mukhlis Denros,Solok SB Jumat, 14 Januari 2011, 10:24
kita hrs mencontoh pendidikan yg diajarkan oleh Rasulullah kpd ummatnya dlm membentuk karakter melalui da'wah dan tarbiyah yg kontinyu dan rapi sehingga menjadikan islam sbg idiologi bukan kultur, islam sbg fikrah bkn amalan yg kosong.