Hikmah Sore: Mari Becermin

Thursday, 06 January 2011, 02:57 WIB
.
Hikmah Sore: Mari Becermin
becermin. ilustrasi

Oleh Deden Zaenal Muttaqien***

Saya kira, anda, saya, dan kebanyakan kita sering bercermin. Berapa kali dan di mana kita bercermin, saya kira tak lagi terbilang jumlah dan tempatnya.

Bercermin adalah kegiatan yang sederhana. Setiap orang bisa melakukannya kapan dan di mana pun berada. Karena bercermin berarti melihat diri sediri melalui cermin. Namun, kegiatan yang sederhana ini memiliki manfaat yang luar biasa. Dengan becermin, kita akan tahu apa yang kurang dari penampilan kita.

Tapi, pernahkah hati kita becermin? Kita lebih mengutamakan merapikan pakaian, menyisir rambut, make-up, dan lain sebagainya. Tapi, pernahkah kita merapikan sikap ikhlas kita, amal kita, dan penampilan batin kita?

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS Al Hasyr [59]: 18).

Umar bin Khattab mengatakan, “Hasibu anfusakum qobla antuhasabu.“ (Evaluasilah (hisablah) dirimu sendiri sebelum kalian dihisab (di hadapan Allah kelak)”.

Perkataan Umar tersebut mengajarkan kepada kita untuk terus mengintrospeksi diri, menghitung-hitung amalan kita apakah amal baik melebihi amal jelek kita? Atau malah sebaliknya.

Jika hari ini kita mengalami kegagalan, segeralah introspeksi diri. Barang kali ada langkah-langkah kita yang kurang sempurna. Jika hari ini kita mengalami kerugian, segeralah introspeksi diri. Barang kali ada usaha kita yang terlewat. Jika hari ini kita mengalami penurunan prestasi, segerah introspeksi diri. Barang kali ada waktu luang kita yang terabaikan. Jika hari ini kita mengalami keretakan hubungan, segeralah introspeksi diri. Barang kali ada hak-hak saudara kita yang belum ditunaikan. Jika hari ini kita mempunyai masalah apapun, segeralah introspeksi.

Perhatikanlah terus penampilan batin kita sebagaimana kita memperhatikan penampilan luar kita. Sebaik-baiknya manusia, adalah yang menyiapkan bekal terbaik sebelum menghadap Tuhan-Nya. Wallahu a'lam.

*** Penulis adalah pengajar di SMP Islam Al Qudsiyah Sukabumi.

 

__________________________________________________________________________

Anda ingin bersedekah pengetahuan dan kebaikan? Silakan berbagi hikmah dengan pembaca Republika Online yang lain. Kirim naskah Anda melalui hikmah@rol.republika.co.id. Rubrik ini adalah dari dan untuk sidang pembaca sekalian. 

 

 

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Abdullah bin Umar r.a. mengatakan bahwa Rasulullah keluar dari jalan Syajarah dan masuk dari jalan Mu'arras. Sesungguhnya Rasulullah apabila berangkat ke Mekah, beliau shalat di masjid Syajarah. Apabila beliau pulang, maka beliau shalat di Dzul Hulaifah di Bathnul Wadi, dan bermalam sehingga pagi.(HR Bukhari)
Darwin, Saturday, 10 December 2011, 15:03

subhanallah,,,memang tidak jarang kutu di seberang pulau tampak begitu jelas oleh mata kita...namun gajah di pelupuk mata terkadang tidak tampak sama sekali..
hal ini karena kurangnya muhasabah diri...

Balas
yudianto, Saturday, 8 January 2011, 19:07

terima kasih atas tulisan yang mencerahkan hati kita untuk senantiasa bercermin pada perbuatan kita , untuk selalu mendapat rahmat Allah SWT

Balas
syawaril.nuris, Thursday, 6 January 2011, 11:30

Al-qur'an adalah mizan ukuran benar dan salah, baik dan buruk maka hisablah amal dg membandingkan dengan al-qur'an. Org yg taqwa mengerjakan yg diperintahkan Allah dlm al-qur'an dan meninggalkan yg dilarang.Larangan Allah yg selalu dilanggar mnusia dr masa kemasa,yakin ada penguasa selain Allah (Raja,presden,govt..)

Balas
MAELSAMAD, Thursday, 6 January 2011, 09:44

Bila kita menemui kegelapan, kegagalan, kerugian, kemerosotan nilaikerja, kesakitan, keretakan hubungan & sembarangan masalah, segeralah introspeksi diri. Selain asyik mencermin fisikal (merapi diri), kita mesti utama mencermin amal,
akhlak & penampilan batin (isi-hati). Waspada kpd setiap penampilan, ada upah dr-Nya

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...