Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hikmah Pagi: Ihsan

Selasa, 04 Januari 2011, 19:12 WIB
Komentar : 0
NYT
Seorang Muslim sedang berdoa di Masjid Volklingen
Seorang Muslim sedang berdoa di Masjid Volklingen

Oleh: Jauhar Ridloni Marzuq (idho_87@yahoo.co.id)***

Dalam ajaran Islam, ihsan adalah tingkatan tertinggi di atas Islam dan Iman. Ihsan merupakan esensi utama dari sebuah keimanan dan puncak tertinggi dalam hal kepatuhan dan kepasrahan seorang hamba kepada Tuhannya. Dalam ihsan tercakup segala perangai indah dan amal kebajikan.

Secara bahasa,  ihsan berasal dari kata Ahsana: memberi kenikmatan atau kebaikan kepada orang lain. Hal ini seperti yang difirmankan oleh Allah Swt dalam surat an-Nahl ayat 90. “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan (ihsan), memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (an-Nahl [16]: 90).

Menurut Raghib al-Asfahani ihsan lebih tinggi derajatnya dari sekedar adil. Jika adil adalah memberi dan mengambil sesuai dengan porsi yang yang dibutuhkan, maka Ihsan adalah memberi lebih banyak dan mengambil lebih sedikit.

Dalam salah satu hadisnya Rasulullah menjelaskan bahwa “Ihsan adalah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kami melihat-Nya. Namun apabila kamu tidak merasakan melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim).

Kata ibadah yang dijelaskan oleh Rasulullah di atas tidak terbatas pada ibadah makhdah. Dalam Islam ibadah melingkupi segala perbuatan yang diniatkan untuk kepatuhan kepada Allah Swt. Orang yang shalat dan yang bermain bola sama-sama ibadah, apabila ditujukan dengan ikhlas sebagai upaya kepatuhan terhadap Allah Swt.. Dengan pengertian ini maka orang yang telah mencapai tingkatan ihsan akan selalu merasakan kehadiran Allah dalam setiap tindakannya, baik yang tersembunyi maupun terang-terangan.

Bukan hanya dalam hubungan dengan Allah (hablunminallah), dalam tataran interaksi dengan manusia (hablunminannas) ihsan juga sangat diperlukan. Kebobrokan moral dan meningkatnya kriminalitas adalah pertanda utama hilangnya ihsan. Bagaimana mungkin seorang yang merasakan kehadiran Allah dalam setiap tindakannya akan mudah berbohong, membohongi, hingga korupsi?
Dalam beribadah orang yang mencapai tingkatan ihsan akan merasakan kekhusyuan dan kepasrahan yang penuh kepada Allah Swt. Dalam berinteraksi dengan orang lain, dia akan selalu mengedepankan etika dan kemaslahatan. Dalam mengemban amanah dia akan menjalankanya dengan bijaksana. Bahkan dalam berinteraksi dengan binatang pun dia  tidak akan pernah menyakitinya.

Rasululllah bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menuliskan ihsan dalam segala hal. Maka apabila kalian berperang, berperanglah dengan ihsan. Apabila kalian menyembelih binatang, sembelihlah dengan ihsan, yaitu dengan menajamkan mata pisau agar sembelihan itu tidak tersiksa.” (HR Muslim).

Orang yang telah mencapai derajat ihsan ini disebut muhsin.
Seorang muhsin memiliki keistimewaan tersendiri di sisi Allah Swt. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang muhsinin.” (an-Nahl [16]: 128).

 

***Jauhar Ridloni Marzuq adalah mahasiswa tahun III Jurusan Tafsir dan Ulumul Quran Universitas al-Azhar Kairo. Kini aktif sebagai pengurus bagian Hubungan Luar Negeri Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Kairo.

 

Anda ingin bersedekah pengetahuan dan kebaikan? Silakan berbagi hikmah dengan pembaca Republika Online yang lain. Kirim naskah Anda melalui hikmah@rol.republika.co.id. Rubrik ini adalah dari dan untuk sidang pembaca sekalian. 

 

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  muhlis budiman Rabu, 26 Januari 2011, 10:10
Seorang Mukmin tidak akan merasakan nikmatnya melaksanaan ajaran Islam bila belum mencapai ihsan
  tosyatul putra Senin, 24 Januari 2011, 09:54
ajari kami supaya khusuk dlm melakukan sholat
  tono Kamis, 20 Januari 2011, 14:35
mohon izin copy dan untuk bahan buletin
  syawaril.nuris Selasa, 4 Januari 2011, 11:53
Bnyak mengartikan berbuatbaik memberi kebaikan pd org lain padahal perbuatan baik adalah perbuatan yg akan mendatangkan kebaikan Allah bg pelakunya.Amal shaleh adalah amal yg akan mendatangkan kebaikan dari Allah bg pelaku. Kenapa org tdk berbuat baik karena tdk yakin itu adalah jalan mendpt rahmat Allah.