Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Keadilan Sebagai Sunatullah

Kamis, 02 Desember 2010, 21:58 WIB
Komentar : 0
Ilustrasi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Konsep tentang adil dan keadilan dalam agama Islam mendapatkan porsi yang begitu penting. Dalam Alquran, tercatat sekitar 56 ayat yang berbicara soal keadilan. Dalam bahasa Arab, keadilan disebut sebagai al-'Adalah. Pengertiannya adalah keadilan dalam semua cakupan.

Ayat-ayat Alquran yang menyerukan pentingnya adil dan keadilan antara lain adalah “haruslah berlaku adil” (QS An-Nisa [4]: 135, Al-Maidah [5]: 8, Al-An'am [6]: 152, An-Nahl [16]:90); “wajib berlaku adil dalam perniagaan” (QS Al-Isra [17]: 35); “adil terhadap lawan” (An-Nisa [4]: 105, Al-Maidah [5]: 8); dan “pernyataan Allah tentang keadilan-Nya” (Ali Imran [3]: 18).

Dalam etika pergaulan manusia, tiada prinsip yang didambakan umat sepanjang sejarah, seperti keadilan. Istilah adil berasal dari bahasa Arab yang berarti tengah atau seimbang. Keadilan artinya mizan (kesimbangan), yakni suatu sikap tak berlebih-lebihan yang terkait dengan sifat kearifan.

Prof Muhammad Abu Zahrah membagi keadilan dalam tiga bagian, yakni keadilan hukum, keadilan sosial, dan keadilan global. Keadilan hukum adalah diberlakukannya hukum secara merata kepada semua strata sosial yang ada. Tidak membedakan yang kaya ataupun yang papa, yang mulia ataupun yang hina. Semua orang di depan hukum dan perundangan adalah sama.

Keadilan sosial adalah sesuatu yang menuntut setiap individu dalam suatu kelompok agar dapat hidup secara terhormat tanpa ada tekanan dan halangan serta mampu memanfaatkan kemampuan sesuai dengan apa yang berfaedah bagi diri dan orang lain sehingga bisa berkembang secara kolektif. Keadilan global ialah prinsip utama sebagai landasan ditegakkannya hubungan antara kaum Muslim dan non-Muslim.

Agama Islam menempatkan aspek keadilan pada posisi yang sangat tinggi dalam sistem perundang-undangannya. Tiada bukti keadilan yang begitu komplet, kecuali dalam ayat Alquran. Dari situ, jelas kiranya kedudukan prinsip keadilan dalam Islam.

Dalam kasus keluarga, misalnya, Alquran menyebutkan, “Jika kamu sekalian takut berlaku tidak adil, ambillah seorang istri saja.” (QS An-Nisa [4]:3). Dalam skala kecil, yakni unit keluarga saja, kita diperintahkan untuk adil.
 
Keadilan itu harus menjadi pertimbangan seseorang dalam mengambil keputusan untuk poligami atau tidak. Maka itu, adanya sikap seperti itu sebenarnya dimaksudkan agar tindakan seseorang tidak berakibat merugikan orang lain. Bukankah adil itu berarti meletakkan sesuatu secara proporsional pada tempatnya?

Kewajiban berlaku adil dalam penulisan kontrak kerja sama bidang niaga (mu'amalah) juga secara tegas dijelaskan dalam Alquran. Kontrak perjanjian kerja, sewa-menyewa, atau utang-piutang itu harus ditulis secara jelas dan adil demi melindungi hak masing-masing pihak yang terkait. Keadilan merupakan sunatullah yang tidak dapat diganti. 

Reporter : Oleh Prof Dr HM Baharun
Redaktur : Budi Raharjo
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Ajaib Jumat, 3 Desember 2010, 16:07
Jadi kalo ada orang yang mengatakan tidak ada keadilan dimuka bumi ini berarti org itu salah besar, karena berbuat adil itu perintah Allah, dan tidak mungkin Allah perintahkan mahluknya untuk berbuat adil dimuka bumi jika keadilan itu sendiri tidak ada, oke.....?
  anan Kamis, 2 Desember 2010, 15:26
setiap kemaksiatan pd dasarnya adalah melawan sunatullah, meskipun bisa kelihatan hebat tp pd waktunya akan ambruk (bubble) krn melawan sifat keadilan tsb. jika Allah mengatakan klo diri kita teraniaya krn ulah kita sendiri bkn krn Allah itu jg krn melawan sifat adil yg ada dlm sunatullah (hukum sebab-akibat)
  syawaril.nuris Kamis, 2 Desember 2010, 12:35
Tdk yg ada paling adil kecuali Allah. Siapa durhaka diazab oleh Allah, tanpa melihat suku, tanpa melihat kekayaan, tanpa melihat warna kulit, tanpa melihat keturunan dan tanpa melihat masa hidup dan org yg selamat dr azab yang taat tanpa melihat kapan hidup,dimana hidup. apa yg dimiliki, tnp melihat keturunan.
  anan Kamis, 2 Desember 2010, 12:35
keadilan bukan hanya sebagai sunatullah tetapi merupakan dasar dari semua sunatullah (hukum alam). sunatullah sering digambarkan dalam al quran sebagai "tangan" Allah yang bersifat Maha Adil.