Menjauhi Penyakit Hati

Tuesday, 19 October 2010, 20:32 WIB
Menjauhi Penyakit Hati
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Suatu hari, seorang laki-laki menemui Nabi Muhammad SAW, "Wahai Rasulullah, berwasiatlah kepadaku." Lalu Rasulullah bersabda, "Janganlah kamu marah!" Beliau mengulanginya berkali-kali, lalu bersabda, "Janganlah kamu marah." (HR Bukhari)

Hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah RA di atas berisi wasiat Rasulullah kepada umatnya agar menjauhi berbagai penyakit hati, seperti marah, dendam, iri, serta dengki kepada sesama. Ada dua jenis penyakit yang senantiasa melekat pada tubuh manusia, yaitu penyakit fisik dan penyakit hati.

Penyakit fisik terkadang mendapat perhatian lebih ketimbang penyakit hati. Padahal, penyakit hati pun berpotensi menimbulkan efek yang luar biasa.  Banyak yang tak menyadari bahwa penyakit hati merupakan sesuatu yang berbahaya.

Berbeda dengan penyakit fisik yang kasat mata dan dapat dirasakan, penyakit hati justru tersembunyi. Meski tak terlihat, penyakit hati akan melahirkan gangguan psikologis yang berpengaruh pada kesehatan fisik.  Salah satu penyakit hati yang sering kali muncul pada seorang manusia adalah dendam.

Dendam merupakan kumpulan marah dan amarah yang bisa menggerogoti kebersihan hati. Seorang yang menyemai dendam dalam hatinya, tak akan mengalami ketidaktenangan diri, sebelum kemarahannya terlampiaskan. Sering kali orang mengabaikan penyakit hati ini. Padahal, tidak sedikit masalah yang besar lahir justru berawal dari penyakit hati ini.

Ada dua dampak yang akan dialami oleh orang-orang yang memiliki penyakit hati. Pertama, orang yang memiliki penyakit hati, ketika menguasai ilmu, maka ilmunya tidak bermanfaat dan tidak menjadikannya lebih dekat kepada Allah SWT. Kedua, tidak bisa fokus atau khusyuk dalam beraktivitas. Dalam menjalankan ibadah, misalnya, tidak bisa mengkhusyukkan hatinya sehingga tidak bisa menikmati keajaiban amalan ibadah yang dilakukannya.

Ketika hati sudah sakit dan rusak, maka sangat sulit bagi seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sang Khalik menciptakan hati pada diri manusia sebagai tempat bersemayam diri-Nya. "Langit dan bumi tidak dapat meliputi-Ku, hanya hati yang dapat meliputi-Ku,'' demikian bunyi salah satu Hadis Qudsi.

Hadis itu menunjukkan betapa hati memiliki fungsi yang penting  untuk mengenal, mencintai, dan menemui Allah SWT. Hati yang berpenyakit ditandai dengan tertutupnya mata batin dari penglihatan-penglihatan ruhaniah. Manusia tak akan menemukan kepuasan dan kebahagiaan puncak, jika hatinya tertutup berbagai penyakit hati.

Hanya dengan selalu bertobat, berzikir, dan mengerjakan berbagai amalan ibadah dan aktivitas yang sesuai syariat-Nya, hati ini akan bersih.  Sesungguhnya hati ini adalah taman yang harus senantiasa dibersihkan dan ditata.

"Hai anak Adam, Aku telah menciptakan taman bagimu, dan sebelum kamu bisa masuk ke taman ciptaan-Ku, Aku usir setan dari dalamnya. Dan dalam dirimu ada hati, yang seharusnya menjadi taman yang engkau sediakan bagi-Ku." (Hadis Qudsi).

Redaktur: Budi Raharjo
Reporter: Oleh Encep Dulwahab
"Rasulullah shallalahu'alaihi wasallam bersabda: Tidak akan diterima shalat seseorang yang berhadats hingga dia berwudhu." Seorang laki-laki dari Hadlramaut berkata, "apa yang dimaksud dengan hadats wahai Abu Hurairah?" Abu Hurairah menjawab," Kentut baik dengan suara atau tidak .(HR Bukhari)
-RAWINK-, Friday, 25 February 2011, 10:51

Memang semua itu bersumber dari hati.. SELALU BERHUSNUZON KEPADA SESAMA. Syukron jazakumulloh kheir!!!!!

Balas
dias, Thursday, 20 January 2011, 13:44

pada dasarnya kunci utama baik atau buruknya diri kita adalah hati kita.
karna semuanya berewal dari hati dan dari hati.

Balas
khozin, Monday, 25 October 2010, 23:17

hati memang sumber segala perbuatan, bila ia rusak maka akan rusak pula segalanya dan bila ia baik maka akan baik pula segalanya

Balas
ISMABISA, Sunday, 24 October 2010, 03:34

Pengotoran diri oleh penyakit fizikal & hati mengakibat kemusnahan kelompok manusia. Kekotoran yg mengejat pd diri insan yg tak beribadat, hasad-dengki & dendam-kesumat antara individu, massa, negara & agama. Semua agama mengutama
supaya semua umatnya melaksana penyucian diri utk memusnah
dendam & dengki hak iblis.

Balas
akal dan hati3, Friday, 22 October 2010, 05:14

Ya..penyakit hati merupakan sifat setan yg harus kita hadang dan nabi Muhammad SAW bersabda bahwa musuh yg paling susah adalah dari diri sendiri(hati) tp tetap juga hukum syariah harus membimbing hati ke jalan yg lurus

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...