Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Thalhah bin Ubaidillah: Tetangga Rasulullah di Surga

Rabu, 11 Agustus 2010, 09:22 WIB
Komentar : 0
Ilustrasi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTa--Ia adalah seorang sahabat Nabi yang berasal dari suku Quraisy. Nama lengkapnya adalah Thalhah bin Abdullah bin Usman bin Kaab bin Said.

Dalam buku Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah disebutkan bahwa Thalhah termasuk orang bijak, ulama kaum Quraisy dan termasuk salah satu di antara delapan orang yang mula-mula masuk Islam. Ia masuk Islam di tangan Abu Bakar ash-Shiddiq. Karenanya ia dan Abu Bakar dijuluki Al-Qarinain (dua sahabat akrab).

Bersama dengan Rasulullah SAW, ia ikut dalam Perang Uhud, Perang Hunain, dan Perang Tabuk. Dalam Perang Uhud, Rasulullah menggelarinya Thalhah Al-Khair (orang baik). Sementara dalam Perang Hunain, Beliau menggelarinya Thalhah Al-Jud (orang yang dermawan). Sedangkan dalam Perang Tabuk digelari dengan Thalhah Al-Fayyadh dan Ash-Shubaih Al-Mulaih Al-Fushaih.

Dalam Perang Uhud, ia menderita luka parah yang luar biasa. Dia menggunakan dirinya menjadi perisai bagi Nabi Muhammad dan mengalihkan panah yang akan menancap diri Rasulullah SAW dengan tangannya sehingga semua jari-jarinya terputus. Kemudian ia menggendong Beliau dan membawanya naik ke puncak bukit. Ia tergolong sahabat yang kaya raya dan gemar berderma.

Tentang Thalhah, Rasulullah SAW mengatakan,''Thalhah dan Zubair, keduanya adalah tetanggaku di surga'' (Hadits Riwayat At-Tirmidzi). Beliau juga mengatakan,''Siapa yang ingin melihat seorang syahid berjalan di muka bumi, hendaklah ia melihat Thalhah ibn Ubaidillah'' (HR At-Tirmidzi).

 

BAZNAS Menyempurnakan Zakat Anda

Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  sa'i Kamis, 17 Maret 2011, 10:48
Subhanallah perjuangan Thalhah..

jadi pengen hidup d zaman mereka..^^
  nazrin Jumat, 13 Agustus 2010, 23:49
subhanallah, ini tausiah yang laur biasa mengingatkan kita bahwa surga adalah tujuan setiap umat islam bukan dunia ini
  Togog-Cilacap Kamis, 12 Agustus 2010, 00:25
Mari kita tingkatkan lagi kekhusu-an kita umat islam di bln romadhon yg penuh nikmat & barokah...amin ya roba alamin.
  guung ikhwani Rabu, 11 Agustus 2010, 21:29
subhanallah, pertanyaan untuk kita, sudah sejauh mana kita mengikuti jejak langkah Rosul dan para sahabatnya?
  yanti Rabu, 11 Agustus 2010, 14:01
Masha Allah ... zaman sekarang mana ada? bahkan yang menyampaikan kebenaran justru ditangkap,dipenjara. ini kan anehhh !!! zaman dah menjauh dan dekat dengan kiamat

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...