Sabtu, 25 Zulqaidah 1435 / 20 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bahaya yang Mengintip di Balik Dusta

Rabu, 07 Juli 2010, 18:39 WIB
Komentar : 0
Akibat berbohong, karier pegolf Tiger Woods pun terbenam
Akibat berbohong, karier pegolf Tiger Woods pun terbenam

Oleh HM Baharun

Bohong atau dusta adalah perbuatan nista. Tapi, mengapa orang masih banyak melakukannya? Di mana-mana, kita menyaksikan orang berdusta: di pasar, kantor, kampus, bahkan di tempat ibadah pun ada yang berani berdusta untuk menutupi perbuatan tercela. Kebohongan seakan menjadi perisai pembelaan diri. Terkadang, seorang tokoh panutan, juga tak luput melakukan kebohongan.

Di perusahaan, pemerintahan, dewan, dan di pengadilan, masih ada yang bangga dengan kebohongan. Padahal, tali kebohongan itu pendek. Dalam sebuah kata bijak, "semua tali itu panjang, kecuali tali kebohongan."

Jika kita sudah menyadarinya, mengapa kita masih suka berdusta? Allah telah mengancam pendusta atau pembohong itu dengan kutukan. "La'natullah 'alal Kadzibin" (Laknat Allah atas para pendusta).

Orang yang suka berdusta itu sesungguhnya mendapatkan dua kali kerugian. Pertama, jika kebohongannya tidak diketahui, dia akan mendapatkan dosa dari perbuatan tercela ini.

Kedua, jika bohongnya diketahui orang lain, mereka akan kehilangan kepercayaan. Bahkan, kepadanya akan disematkan predikat pendusta atau pembohong. Akibatnya, hubungan dirinya dengan sesama manusia (hablum minannas) akan terhambat. Orang akan menjauhi dan tidak bersimpati lagi padanya.

Ketika didatangi seseorang yang mohon nasihat kepada Rasulullah SAW, beliau hanya berkata singkat: "Jangan berdusta". Kalimat singkat, namun bersahaja, dan memiliki implikasi manfaat yang sangat besar.

Orang yang berkata-kata jujur (benar) dan tidak suka berbohong, secara psikologis tidak punya beban berat dalam hidupnya. Karenanya, hatinya senantiasa merasa tenteram dan damai.

Sebaliknya, orang yang biasa berdusta, hidupnya menjadi tidak tenang dan dunia terasa sempit. Ia akan senantiasa merasa dihantui oleh perasaannya sendiri, lantaran khawatir kebohongannya diketahui orang lain.

Dalam Alquran, terdapat 30 ayat yang menyangkut kebohongan ini. "Sesungguhnya orang yang berbohong itu, mereka yang tidak beriman dengan ayat-ayat Allah." (QS 16:105). "Pendusta tidak beruntung." (QS 16: 116). "Yang menyiarkan berita bohong akan mendapat azab yang besar." (QS 24:11). "Menyembah selain Allah adalah jalan dusta." (QS 37:86). Wallahua'lam.

Redaktur : irf
Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. ((QS.Al-Baqarah [2]:119))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...