Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

BPOM raises awareness on illegal food and drug

Friday, 08 February 2013, 20:55 WIB
Komentar : 0
Republika/Adhi Wicaksono
National Agency of Food and Drug Control (BPOM) confiscate illegal drugs from Jakarta and Yogyakarta (file photo)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Indonesian National Agency of Food and Drug Control (BPOM) raises people awareness on illegal food and drug through National Awareness towards Illegal Food and Drug (GN-WOMI).

"Previously BPOM focuses on reducing supply to cut distribution of illegal food and drugs. Now we will focus on reducing demand amid the increasing demand for illegal food and drug," the Head of BPOM, Lucky S Slamer, said on Friday.

The new strategy of GN-WOMI in reducing demand is in line with three principles of BPOM including to raise public awareness. "In the end, the decision to buy the illegal product is at the people's hand," he said.

 

 

 

Reporter : Satya Festiani/Fenny Melisa
Redaktur : Yeyen Rostiyani
470 reads
Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. ((QS.Al-Baqarah [2]:119))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...