Rabu , 09 Juli 2008, 00:19 WIB

Dewan Direksi dan Komisaris Abdi Bangsa Dirombak

Red:
Jakarta- Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Abdi Bangsa Tbk (ABBA) yang berlangsung di Jakarta, Senin, memutuskan untuk merombak susunan dewan direksi dan komisaris perseroan.
Jabatan Direktur Utama dan Komisaris Utama serta susunan komisaris dan direksi ABBA juga mengalami perubahan.
"Perubahan susunan direksi dan komisaris pengelola harian Republika ini untuk lebih meningkatkan lagi kinerja perusahaan seiring dengan perkembangan bisnis media yang bertambah pesat dan tantangannya yang juga semakin ketat," kata mantan Dirut ABBA, Erick Thohir.
Posisi Erick Thohir sebagai Dirut ABBA digantikan oleh Rudi S. Laksamana, seorang profesional yang telah sekian lama berkutat di bidang keuangan. Sementara jabatan Komisaris Utama kini dijabat
Abdul Gani (mantan Dirut Bank Duta) menggantikan Adi Sasono.
Sedangkan Harry Zulnardy tetap menjabat sebagai komisaris. Namun ada beberapa personil baru di jajaran komisaris yakni Asro Kamal Rokan (Dewan Pengawas Perum LKBN ANTARA), Gavin O Reily (pemilik Independent News Media Group), Rosan P Roeslani (Recapital Advisor) dan Abdullah Gymnastiar atau AA Gym.
Erick mengatakan, mengenai masuknya Gavin O Reily pemilik surat kabar internasional Independent yang juga Presiden Asosiasi Surat Kabar Dunia, merupakan hal yang sangat positif.
"Karena selain dia punya jaringan internasional, kita juga bisa ikut "nebeng" belanja kertas koran secara global. Karena saat ini kecenderungan harga kertas koran terus melambung," ujarnya.
Sementara itu ketika disinggung mengenai adanya rencana akuisisi koran Haluan di Sumatera Barat, Erick belum bersedia menjelaskan karena hal itu masih berupa rumor.
"Sebagai pengusaha media mungkin saja bisa kita lakukan itu (akuisisi), namun untuk perusahaan (ABBA) mungkin tidak. Itu juga yang menjadi salah satu alasan mengapa saya mundur dari ABBA, karena rumor yang ada di sekitar saya selalu saja dikaitkan dengan ABBA, saya kasihan dengan perusahan," katanya.
Namun, menurut sumber, Harian Republika saat ini memang dalam proses penjajakan dan penilaian terhadap koran Haluan yang beroplah sekitar 5.000 eksemplar. ant
TAG

Berita Terkait