Sunday, 12 Ramadhan 1439 / 27 May 2018

Sunday, 12 Ramadhan 1439 / 27 May 2018

Bank Syariah Dinilai Perlu Dorongan untuk Tumbuhkan Ekonomi

Rabu 11 April 2018 21:05 WIB

Red: Nur Aini

Perbankan syariah.  (ilustrasi)

Perbankan syariah. (ilustrasi)

Foto: Republka
Sistem syariah bukan hanya untuk orang Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun mengatakan sejumlah bank syariah yang terdapat di Tanah Air sebenarnya perlu didorong agar lebih optimal dalam berkontribusi memajukan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Ini perlu didorong, karena sistem syariah bukan untuk orang Islam saja. Semua bisa melakukan," kata Misbakhun di Jakarta, Rabu (11/4).

Politisi Partai Golkar itu meyakini persoalan yang menimpa bank syariah seperti Muamalat sebenarnya dapat diatasi karena tidak ada masalah terkait likuiditasnya. Untuk itu, ujar dia, pihaknya mendorong lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat membuat kebijakan guna membuka peluang bank itu bisa lebih besar posisinya daripada saat ini.

Sebelumnya, Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Ahmad Satori Ismail menyatakan penerapan sistem ekonomi dan perbankan syariah berpotensi menjadi lokomotif perekonomian Indonesia. "Apalagi saat ini untuk bisnis perbankan sudah sangat menjanjikan bahkan bank tidak kolaps jika bersyariah," kata Ahmad saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (26/3).

Pernyataan Ahmad menanggapi Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko yang menjadi Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang berhasrat memajukan ekonomi syariah sebagai kekuatan ekonomi baru. Ahmad mengungkapkan sejumlah pengelola bisnis perbankan maupun bank mulai menerapkan sistem ekonomi syariah. Perkembangan sistem ekonomi syariah, menurut Ahmad, mulai 1990-an dengan pergerakan menuju arah positif.

"Apalagi jika MUI terus menggelorakan, seperti wisata syariah, asuransi syariah, pasar modal syariah maka diharapkan akan terus berkembang," ujar Ahmad.

Ahmad menuturkan dua hal yang perlu diperhatikan guna memajukan ekonomi syariah yakni harus bersaing dengan pengelola perbankan konvensional dan meningkatkan pemahaman masyarakat.

Sementara itu, ekonom INDEF Nailul Huda mendukung upaya pemerintah Indonesia menggerakkan ekonomi syariah dengan memajukan sumber daya manusia (SDM). "Ekonomi syariah sebenarnya sudah ada namun beberapa memang terdapat nilai lokal Indonesia seperti manusianya kalau dilihat pasti bisa karena tataran ekonomi Indonesia menganut prinsip dari koperasi," tutur Nailul.

Ia menyatakan tantangan penerapan ekonomi syariah terletak pada sektor penting seperti perdagangan yang menyerap banyak tenaga kerja dan pendorong perekonomian. Ia juga optimistis sistem ekonomi syariah dapat diterapkan di Indonesia karena mayoritas rakyat beragama muslim sehingga menjadi kekuatan.

Selain itu, pendidikan sumber daya manusia yang mengelola ekonomi syariah harus berbasis syariah. Tetapi perguruan tinggi atau universitas negeri di Indonesia masih kurang mengajarkan ilmu ekonomi Islam, sehingga bisa menggulirkan program pertukaran pelajar dengan Malaysia yang telah banyak mengajarkan ekonomi syariah.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES