Senin , 18 December 2017, 15:10 WIB

2018, Asuransi JMA Syariah Targetkan Premi Rp 120 Miliar

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
Republika/ Wihdan
Asuransi Syariah Pertama di BEI. Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Ngurah Puspayoga (tengah) bersama Direktur BEI Kiki Widyasari, Direktur BEI Samsul Hidayat, Komisaris Utama Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi (JMA) Mochamad Andy Arslan Djunaid, dan Direktur Industri Keuangan Non Bank Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) M Muchlasin (dari kiri) melihat pergerakan harga saham Asuransi Jiwa Syariah JMA usai pencatatan perdana di BEI, Jakarta, Senin (18/12).
Asuransi Syariah Pertama di BEI. Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Ngurah Puspayoga (tengah) bersama Direktur BEI Kiki Widyasari, Direktur BEI Samsul Hidayat, Komisaris Utama Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi (JMA) Mochamad Andy Arslan Djunaid, dan Direktur Industri Keuangan Non Bank Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) M Muchlasin (dari kiri) melihat pergerakan harga saham Asuransi Jiwa Syariah JMA usai pencatatan perdana di BEI, Jakarta, Senin (18/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) menargetkan total premi pada tahun depan bisa mencapai Rp 120 miliar. Saat ini per November 2017 total premi sebesar Rp 49 miliar.

"Sampai akhir tahun ini, insya Allah total premi kami sudah di Rp 52 miliar atau Rp 53 miliar," ujar Presiden Direktur JMAS Ibrahim saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Senin, (18/12). Sebelumnya, kata dia, pada 2016 total premi hanya Rp 15 miliar.

Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan, kontribusi ke total premi tersebut masih didominasi oleh produk kumpulan. Pasalnya porsi produk kumpulan JMAS pun masih lebih besar dibandingkan produk individunya.

Perlu diketahui, JMAS memiliki enam produk kumpulan, di antaranya Mitra Pembiayaan, JMA Pembiayaan Tetap, dan JMA Pembiayaan UMK. Sedangkan untuk produk individu meliputi Asuransi Mikro JMA Salama, Asuransi JMA Ilma, Asuransi JMA Asyifa, serta Asuransi JMA Mumtaza.

"Porsi untuk produk individu sekarang masih kecil, karena kami baru dapat izin untuk produk-produk individu baru tiga bulan terakhir. Dengan begitu masih belum banyak serapannya, baru dua persen," kata Ibrahim.

Ia menambahkan, ditargetkan serapan untuk produk individu tahun depan mencapai 20 persen. Kemudian, diharapkan di tahun kelima, penyerapan produk tersebut sudah menembus 100 persen.

"Memang perlu waktu karena menawarkan produk individu perlu ketelatenan agen-agen," katanya. Dirinya menyebutkan, kini ada 35 agen yang direkrut untuk penjualan produk individu, ke depannya akan ditambah sebanyak-banyaknya.

Sebagai informasi, JMAS baru saja melakukan penawaran umum perdana atau IPO. Dengan begitu, JMAS menjadi perusahaan asuransi syariah pertama yang tercatat di BEI.