Kamis , 07 December 2017, 13:15 WIB

BNI Syariah Sabet Tiga Penghargaan Sekaligus

Rep: Binti Sholikah/ Red: Nur Aini
Republika/Prayogi
  Ketua LPS Fauzi Ikhsan (kedua kiri) memberikan kepada perwakilan pemenang Bank Syariah Kinerja dan Inovasi Terbaik Aset 30 Triliun keatas kepada BNI Syariah dalam Anugerah Syariah Republika (ASR) 2017 di Jakarta, Rabu (6/12)malam.
Ketua LPS Fauzi Ikhsan (kedua kiri) memberikan kepada perwakilan pemenang Bank Syariah Kinerja dan Inovasi Terbaik Aset 30 Triliun keatas kepada BNI Syariah dalam Anugerah Syariah Republika (ASR) 2017 di Jakarta, Rabu (6/12)malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BNI Syariah mendapatkan tiga penghargaan dalam acara Anugerah Syariah Republika (ASR) 2017 yang digelar di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (6/12) malam. Ketiga penghargaan tersebut masing-masing, Bank Syariah dengan aset Rp 10 triliun sampai Rp 30 triliun kategori Kinerja Terbaik, kategori Kinerja dan Inovasi Terbaik, dan Bank syariah inovasi terbaik kategori BUKU 2-3 dengan aset di atas Rp 10 triliun sampai Rp 30 triliun.

Gelaran acara ASR 2017 yang diselenggarakan oleh Harian Republika ini sebagai bentuk dukungan perkembangan industri syariah di Indonesia yang diberikan bagi pelaku-pelaku industri syariah yang telah berkontribusi aktif dalam membangun ekonomi bangsa dan ekonomi umat. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan, Pimpinan Redaksi Republika dan jajaran manajemen perbankan syariah salah satunya Plt Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo.

Anugerah Syariah Republika (ASR) merupakan kali pertama dilaksanakan yang bertujuan memberikan semangat dan motivasi dalam memajukan pertumbuhan industri keuangan syariah, membuka akses-akses keuangan kepada masyarakat dengan produk dan layanan syariah, jaringan dan teknologi yang mumpuni dan mendukung salah satu program pemerintah yakni pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Penghargaan ini terbagi menjadi beberapa kategori di antaranya perbankan, asuransi, financial technology (fintech), dan tokoh syariah/keuangan syariah. Kriteria penilaian didasari berbagai aspek diantaranya inovasi dan terobosan, kinerja, pelayanan dan teknologi, serta kebijakan-kebijakan yang memberikan kontribusi bagi industri syariah di Indonesia.

Menurut Abdullah Firman Wibowo, BNI Syariah terus melakukan inovasi untuk kemudahan nasabah. Salah satunya memberi kemudahan dan fasilitas bagi masyarakat yang ingin berumroh dengan meluncurkan aplikasi Hasanah Personal yang berisi informasi tentang umroh, pembiayaan dan produk dana. Bagi masyarakat yang ingin berwakaf juga bisa dilakukan melalui aplikasi Wakaf Hasanah berbasis android dan website wakafhasanah.bnisyariah.co.id, di mana nasabah dapat memilih proyek dan jumlah wakaf yang ingin disalurkan. Dari sisi pembiayaan, BNI Syariah memiliki produk pembiayaan konsumtif, BNI Griya Swakarya iB Hasanah, pembiayaan produktif dan kartu pembiayaan syariah iB Hasanah Card.

"Insyaallah di tahun mendatang BNI Syariah terus melakukan berbagai peningkatan baik dari sisi pengembangan kualitas SDM, inovasi produk yang tepat sesuai maqoshid syariah/tujuan syariah dan teknologi yang dapat mendukung perbankan syariah di era digital," ujarnya melalui siaran pers, Kamis (7/12).

Strategi yang dilakukan antara lain, inovasi produk, juga values Hasanah yang berarti kebaikan yang terus mengalir baik di dunia sampai di akhirat (Hasanah Way). Kinerja BNI Syariah pada kuartal III tahun 2017 mencatatkan laba bersih sebesar Rp 246 miliar atau naik 14,6 persen dibanding September 2016 yang sebesar Rp 215 miliar. Pertumbuhan laba tersebut salah satunya disokong oleh ekspansi pembiayaan dan kontribusi komposisi rasio dana murah serta efisiensi operasional.

Dari sisi pertumbuhan aset secara tahunan (year on year/yoy) naik sebesar 19,4 persen dari Rp 26,8 triliun pada September 2016 menjadi sebesar Rp 32,0 triliun. Pertumbuhan aset ini didorong oleh pertumbuhan pada pembiayaan sebesar 15,3 persen dan DPK sebesar 21,4 persen terhadap posisi tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Pembiayaan pada September 2016 sebesar Rp 19,5 triliun berhasil tumbuh menjadi Rp 22,5 triliun pada September 2017. Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang pada September 2016 sebesar Rp 22,8 triliun meningkat menjadi Rp 27,6 triliun pada September 2017. Dengan rasio dana murah (CASA) sebesar 48,7 persen naik dari 47,4 persen di tahun sebelumnya.

Dari total pembiayaan sebesar Rp 22,5 triliun tersebut, sebagian besar merupakan pembiayaan segmen Konsumer sebesar 52,7 persen disusul pembiayaan Ritel Produktif/SME sebesar 21,8 persen, pembiayaan Komersial sebesar 18,1 perse , pembiayaan Mikro sebesar 5,9 persen, dan kartu pembiayaan Hasanah Card 1,5 persen. Untuk pembiayaan Konsumer, sebagian besar portofolio didominasi oleh produk Griya iB Hasanah yang mencapai 84,9 persen.