Kamis , 07 December 2017, 09:44 WIB

ASR 2017 Momentum Kemajuan Ekonomi Syariah

Rep: Binti Sholikah, Idealisa Masyrafina/ Red: Elba Damhuri
Republika/Prayogi
  Ketua LPS Fauzi Ikhsan (kedua kiri) memberikan kepada perwakilan pemenang Bank Syariah Kinerja dan Inovasi Terbaik Aset 30 Triliun keatas kepada BNI Syariah dalam Anugerah Syariah Republika (ASR) 2017 di Jakarta, Rabu (6/12)malam.
Ketua LPS Fauzi Ikhsan (kedua kiri) memberikan kepada perwakilan pemenang Bank Syariah Kinerja dan Inovasi Terbaik Aset 30 Triliun keatas kepada BNI Syariah dalam Anugerah Syariah Republika (ASR) 2017 di Jakarta, Rabu (6/12)malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Republika Media Mandiri sukses menggelar acara Anugerah Syariah Republika (ASR) 2017 di Hotel JW Marriott, Jakarta, Rabu (6/12) malam. Acara ini diharapkan menjadi sumbangan penting bagi pengarusutamaan ekonomi syariah dalam percaturan perekonomian nasional.

Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi menjelaskan, ASR 2017 merupakan sebuah monumen yang sangat berharga. Konsep penghargaan perekonomian syariah ini, menurut dia, telah direncanakan sejak lama. Sebab, sejak awal berdiri, Republika memang dilahirkan untuk mendukung ekonomi syariah.

Pada 4 Januari mendatang, Republika akan menginjak usia yang ke-25 tahun. "Moga-moga tahun-tahun ke depan (ASR) bisa kita laksanakan secara tahunan," ujar Irfan saat memberikan sambutan.

Turut hadir, antara lain, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan Fauzi Ichsan, Ketua Badan Pengurus Harian Masyarakat Ekonomi Syariah dan para pemangku kepentingan lainnya di sektor perekonomian syariah.

Irfan menambahkan, upaya untuk mendorong ekonomi syariah menjadi pemain utama dalam perekonomian syariah amat berat. Bahkan, dikenal frasa jebakan lima persenan dalam industri keuangan syariah.

"Award ini adalah bentuk terima kasih kepada semua stakeholder yang gigih mendorong ekonomi syariah menjadi pemeran utama," kata Irfan.

ASR 2017 yang dipandu oleh David Chalik dan Intan Erlita itu dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Sekitar 400 undangan memenuhi Ballroom Mutiara Hotel JW Marriott. Acara juga dimeriahkan oleh penampilan grup nasyid Ihaqi yang membawakan lagu-lagu rohani serta tarian khas dari Nusa Tenggara Barat.

ASR 2017 membagi penghargaan ke dalam sejumlah kategori, yakni kategori asuransi, perbankan, financial technology (fintech), dan tokoh syariah/keuangan syariah. Untuk perbankan dibagi lagi ke beberapa kategori berdasarkan Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU), aset, dan perbankan daerah dalam hal ini Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Anggota Dewan Juri ASR 2017 Adiwarman Karim menjelaskan, ASR menemukan momentum yang tepat. Sebab, acara ini digelar tak lama setelah pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo.

"ASR mempunyai perbedaan-perbedaan dibandingkan award-award lainnya. Digelar pada akhir tahun 2017 untuk menjaga agar para pemenang betul-betul teruji datanya sehingga para pemenang memang layak," kata Adiwarman.

ASR 2017 memilih Gubernur BI Agus Martowardojo sebagai tokoh ekonomi syariah. Saat memberikan sambutan, Agus atas nama pribadi dan institusi mengucapkan terima kasih kepada Republika atas penghargaan yang diberikan.

"Kami meyakini ini adalah bentuk apresiasi kepada insititusi kami untuk mengembangkan ekonomi keuangan syariah di Indonesia," ujar Agus.

Ia mengingatkan, ruang untuk pengembangan ekonomi syariah masih sangat luas. Sebab, Indonesia dikenal sebagai negara pengimpor produk halal keempat terbesar di dunia. Hal itu merupakan potensi yang harus diambil. Indonesia harus bisa memenuhi kebutuhan pasar Indonesia sendiri, bahkan mengekspor produk-produk barang halal dari Indonesia.

"Jadi, mari kita bersama-sama kembangkan ekonomi keuangan syariah," ujar Agus.