Senin , 04 December 2017, 13:05 WIB

Paytren Luncurkan Dua Produk Reksa Dana Syariah

Rep: Binti Sholikah/ Red: Nur Aini
Republika/Iman Firmansyah
Berbincang. Owner PT PayTren Aset Manajemen Yusuf Mansu (Tengah) berbincang bersama Direktur Utama  Bursa Efek Indonesia Nicky Hogan (Kanan) dan perwakilan PPPA  usai melakukan launching PT Paytren Aset Manajemen di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/04).
Berbincang. Owner PT PayTren Aset Manajemen Yusuf Mansu (Tengah) berbincang bersama Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Nicky Hogan (Kanan) dan perwakilan PPPA usai melakukan launching PT Paytren Aset Manajemen di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/04).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PayTren Aset Manajemen (PAM) meluncuran dua produk reksa dana syariah bersamaan dengan pembukaan perdagangan Bursa Elek Indonesia (BEI) di gedung BEI, Jakarta, Senin (4/12). Kedua produk tersebut yakni Reksa Dana Syariah PAM Syariah Likuid Dana Safa dan Reksa Dana Syariah PAM Syariah Saham Dana Falah

Kedua produk reksa dana syariah tersebut telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 29 November 2017. PAM mulai menawarkan dua produk tersebut kepada masyarakat calon investor mulai 4 Desember 2017 dengan penentuan tanggal penerbitan nilai aktiva bersih (NAB) Reksa Dana Syariah awal senilai Rp 1.000 per Unit Penyertaan.

Direktur Utama PT PayTren Aset Manajemen (PAM), Ayu Widuri menyatakan peluncuran kedua produk reksa dana syariah tersebut menjadi langkah awal PAM sebagai manajer investasi syariah pertama di lndonesia.

"Kami melihat kesadaran masyarakat pemodal mengenai investasi syariah sedang tumbuh pesat. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata tahunan pertumbuhan dana kelolaan reksa dana syariah selama 10 tahun terakhir sejak Juni 2007 tumbuh hampir dua kali lipat pertumbuhan rata-rata tahunan dana kelolaan reksa dana nonsyariah," ujarnya di acara tersebut.

Ayu berharap, dengan peluncuran dua produk reksa dana syariah dari PAM mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat mengenai penerapan prinsip syariah dari hulu ke hilir. Hal itu juga diharapkan memberikan efek positif kepada pengembangan industri keuangan syariah di Indonesia dan dunia.

Ayu menyebut investasi di dua produk tersebut cukup murah. Setoran awal masing-masing minimal hanya Rp 100 ribu. Sehingga masyarakat dari kalangan bawah bisa tetap berinvestasi di reksa dana tersebut.

Direktur BEI, Niki Hogan, menyatakan peluncuran produk reksa dana PAM tersebut merupakan hari bersejarah bagi pasar modal di Indonesia. "Reksa dana syariah sudah biasa tapi kali ini diluncurkan Paytren Aset Manajemen sebagai manajer investasi syariah pertama di Indonesia," ujar Niki dalam sambutannya.

Wakil Ketua Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI), Adiwarman Karim, mengatakan berdasarkan cacatan dari DSN-MUI, Paytren Aset Manajemen menjadi manajer investasi pertama yang menerapkan prinsip syariah secara utuh. "DSN MUI berharap mudah-mudahan apa yang dilakukan Paytren Aset Manajemen dapat memperluas basis investor sehingga kepercayaan dari masyarakat luas lebih banyak lagi," ucap Adiwarman.