Selasa , 14 November 2017, 05:30 WIB

Ingin Jadi Investor Zakat Saham? Begini Caranya

Rep: Binti Sholikah/ Red: Nidia Zuraya
corbis.com
Pasar saham/Ilustrasi
Pasar saham/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - PT Henan Putihrai Sekuritas telah meluncurkan program zakat saham yang diberi nama Sazadah di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (13/11). Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan investasi di pasar modal syariah.

Direktur Henan Putihrai Sekuritas, Muhammad Yunus, mengatakan, program Sazadah berupa sedekah saham tersebut merupakan pengembangan program Berkah yang telah diluncurkan pada 2016. Program Sazadah memfasilitasi bagi nasabah HP Sekuritas baik syariah maupun konvensional untuk menyampaikan sedekah dan zakat dalam bentuk saham maupun dana. Serta membuka peluang bagi investor lain untuk sedekah.

"Sasaran kami nasabah kami baik syariah dan konvensional juga membuka bagi komunitas muslim Indonesia, organisasi kemasyarakatan maupun nasabah ritel untuk bersama-sama ikut program kami," kata Yunus di acara peluncuran program Sazadah.

Yunus menjelaskan, visi HP Sekuritas melalui program Sazadah untuk memperkenalkan variasi donasi, gerakan sadar investasi dan mendukung pasar modal syariah. Sedangkan misinya ingin terus menjaring donatur yang sudah ada maupun donatur baru melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kemudian menyalurkan donasi tersebut ke Baznas. Sedekah bagi nasabah syariah khususnya saham-saham yang terdaftar di Daftar Efek Syariah, kemudian nasabah konvensional bisa memberikan donasi saham yang terdaftar di IHSG.

"Saat ini kami konsentrasi ke nasabahnya. Lumayanlah pertumbuhan investor Berkah sebesar 300 persen dari 2016 sampai Oktober kemarin. Saat ini investor Berkah baru 500-an. Memang masih sedikit tapi kami bersyukur dapat meningkat dalam waktu setahun. Kami terus meningkatkan volume nasabah melalui kerjasama dengan OJK, MUI dan Baznas," terang Yunus.

Menurut Yunus, ada perbedaan program Berkah dan Sazadah. Dalam program Berkah, nasabah melakukan transaksi yang dipungut biaya dari Henan kemudian sebagian biaya tersebut disalurkan ke Baznas.

Henan mencantumkan nama nasabah yang melakukan transaksi kepada baznas. Sedangkan dalam program Sazadah terdapat dua bentuk yakni saham atau dalam bentuk dana. Jika selama ini orang cenderung membayar zakat dengan dana, maka Henan mencoba menawarkan membayar zakat dengan saham melalui kerjasama dengan Baznas.

"Saham yang dapat dizakatkan itu masuk kategori yang syariah dan likuid. Secara tidak langsung akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat yang selama ini masih wait and see bagaimana melakukan transaksi di pasar modal," ungkap Yunus.

Dengan program zakat dan sedekah saham tersebut, Yunus berharap semakin banyak nasabah yang berinvestasi ke pasar modal. Henan akan berupaya meningkatkan transaksi dari nasabah yang ada serta menjaring nasabah baru. Saat ini jumlah nasabah syariah di Henan hanya 10-20 persen dari total nasabah.

"Makanya dengan program terbaru ini kami berupaya meningkatkan pertumbuhan. Kalau kemarin bisa 300 persen harapan ke depan minimal 100-200 persen. Harapannya dengan volume meningkat transaksi juga meningkat," ucapnya.