Jumat , 10 November 2017, 05:18 WIB

Pembiayaan Infrastruktur Bank Syariah Amankan Pertumbuhan

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Budi Raharjo
Republika/ Wihdan
Peningkatan DPK. Petugas melayani nasabah di Bank Syariah Mandiri cabang Thamrin, Jakarta, Kamis (9/11).
Peningkatan DPK. Petugas melayani nasabah di Bank Syariah Mandiri cabang Thamrin, Jakarta, Kamis (9/11).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pembiayaan ke sektor infrastruktur dinilai sebagai langkah aman untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan sekaligus menjaga kualitasnya. Meskipun, hal tersebut berimplikasi pada margin dan pertumbuhan aset.

Dalam paparan Proyeksi Perbankan Syariah 2018 oleh Karim Consulting Indonesia (KCI), Presiden Direktur Karim Consilting Indonesia Adiwarman Karim menjelaskan, dari analisis KCI, Mandiri Syariah akan masuk cukup besar ke sektor infrasktruktur pada 2018-2019. Sektor ini aman, terutama saat penempatan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji sudah dilakukan.

''Mereka pasti akan main di yang aman. Sehingga pertumbuhan cepat, aman, walau marginnya tipis dan tingkat pengembalian asetnya juga tidak terlalu cepat,'' kata Adiwarman di Jakarta.

Meski begitu, Mandiri Syariah diprediksi tetap akan mempertahankan bisnis di segmen UKM dan mikro. Di sisi lain, penguatan modal Mandiri Syariah bersama Bank Muamalat Indonesia (BMI) akan berdampak signifikan pada tingkat kecukupan modal (CAR) agregat di industri.