Jumat , 03 November 2017, 01:33 WIB

JakTour Dukung Pengembangan Hotel Syariah di Jakarta

Rep: Sri Handayani/ Red: Elba Damhuri
Republika/Rakhmawaty La'lang
Petugas house keeping membersihkan salah satu kamar di Hotel Syariah Sofyan Inn Tebet, Jakarta, Selasa (11/7).
Petugas house keeping membersihkan salah satu kamar di Hotel Syariah Sofyan Inn Tebet, Jakarta, Selasa (11/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jakarta Tourisindo (JakTour) akan mengembangkan wisata halal di Jakarta, terutama hotel syariah. Direktur Utama JakTour G Jeffrey Rantung mengatakan, sebenarnya wisata halal yang ingin dikembangkan oleh Pemprov DKI juga telah menjadi visi perusahaannya.

"Alhamdulillah kami sudah sampaikan kepada Pak Gubernur pada saat kemarin di Jatinegara. Alhamdulillah beliau setuju," kata Jeffrey di Gedung Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (2/11).

Jeffrey menjelaskan, akan ada divisi JakTour yang bergerak dalam bidang hotel syariah. Hotel yang akan diberi nama JakHotel ini akan juga akan dikembangkan di seluruh Indonesia dengan JakTour sebagai manajemennya.

Hotel syariah, kata dia, adalah hotel yang berprinsip dasar Islami. Mulai dari desain, penyiapan kamar, ruang makan, dan sebagainya harus sesuai dengan hukum-hukum Islam.

Hotel syariah juga harus menerapkan manajemen Islami. Semua kebijakan manajemen harus dibuat sesuai syariah. Misalnya, pada waktu check-in staf hotel akan memeriksa KTP dan surat nikah pengunjung yang ingin menginap.

Jika diketahui bukan pasangan suami istri, maka keduanya akan ditempatkan terpisah. Konsep terpisah ini juga diterapkan di tempat pertemuan dan masjid.

Jeffrey belum dapat memastikan di mana uji coba JakHotel akan dilakukan. Ia saat ini sedang mendata lokasi-lokasi mana saja yang memiliki prospek dan akan dilaporkan kepada gubernur dan wakil gubernur.

Jeffrey menambahkan pemprov DKI Jakarta akan sangat diuntungkan dengan bisnis ini. Dalam perjalanannya, pelaksanaan program ini dapat dikerjasamakan dengan Kementerian Agama. Dari situ, akan ada berbagai pelatihan dan kerja sama baik dengan kementerian maupun pesantren-pesantren.

Ia menambahkan, pemasukan juga akan mengalir dari berbagai kegiatan agama, misalnya pelatihan-pelatihan ustaz, persiapan mau umrah atau haji, dan sebagainya. Namun, perlu dipastikan bahwa kehadiran hotel syariah ini akan tetap mengedepankan sisi pluralisme dan nasionalisme.