Ahad , 29 October 2017, 17:53 WIB

Paytren Ajukan Izin Dua Produk Reksa Dana Syariah

Rep: Binti Sholikah/ Red: Budi Raharjo
Republika/Edwin Dwi Putranto
Investasi reksadana
Investasi reksadana

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Paytren Asset Management (PAM) bergerak cepat setelah mendapatkan izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 25 Oktober 2017. PAM segera mengajukan izin untuk dua produk investasi berupa reksa dana syariah dalam pekan ini.

Cheif Executive Officer PAM, Ayu Widuri, mengatakan, PAM berencana dalam lima tahun ke depan menerbitkan sembilan produk investasi pasar modal. Untuk tahun ini, PAM akan menerbitkan dua produk reksa dana yakni reksa dana pasar uang syariah dan reksa dana saham syariah.

"Pekan depan [pekan ini maksudnya] kami mau submit. Saat ini tahap kami menyiapkan kontrak dan dokumen. Kami memprediksi dalam dua pekan turun izinnya," kata Ayu saat ditemui Republika di sela-sela acara Keuangan Syariah Fair Bogor 2017 di Cibinong City Mal, Kabupaten Bogor, Jumat (27/10).

Menurut Ayu, persiapan untuk penerbitan dua produk tersebut telah dilakukan sejak lama. Dokumen yang disiapkam telah memasuki tahap finalisasi.

Ayu optimistis tidak akan menemui kendala berarti dalam proses izin tersebut. Sebab, pengajuan produk reksadana di OJK sudah sangat mumpuni, pendaftaran sudah dapat dilakukan secara daring. Berdasarkan pengalaman PAM dalam mengajukan izin operasional, OJK juga sangat kooperatif dengan terus meminta PAM untuk memenuhi persyaratan yang kurang.

Ayu menjelaskan, reksa dana pasar uang menyasar investor ritel dimana Paytren telah memiliki segmen sendiri. Grup Paytren milik Ustaz Yusuf Mansur telah memiliki sekitar 1,6 juta anggota.

"Mereka captive market untuk reksa dana pasar uang syariah. Kami bertahap melakukan literasi kepada calon investor. Setelah izin keluar kami akan melalukan sosialisasi kepada masyarakat di luar anggota grup," imbuh Ayu.

Sementara rekda sana saham difokuskan kepada investor institusi. PAM berharap akan memiliki track record kinerja yang positif dalam waktu singkat.

Direktur PAM, Sonny Afriansyah menambahkan PAM sudah melakukan list profilling kepada 1,6 juta anggota grup mengenai produk investasi yang cocok. Ternyata mayoritas cocok terhadap produk reksa dana saham dan reksa dana pasar uang.

"Selain itu, kami juga melihat tren di industri portofolio terbesar di saham. Tantangan di syariah berat, pertumbuhan sektor keuangan secara year to date sebesar 20 persen. Sektor keuangan yang masuk ke syariah baru perbankan. Tantangannya bagaimana kinerja syariah bisa mengungguli konvensional. Sehingga diharapkan ada perbaikan," terang Sonny.

Paytren bakal giat melakukan sosialisasi untuk menggaet investor dalam satu setengah bulan sampai akhir tahun dalam memasarkan produk tersebut. Ayu menargetkan dari captive market 1,6 juta anggota grup Paytren, sebanyak 500 ribu orang bisa menjadi investor produk reksa dana syariah PAM. Sedangkan target dana kelolaan (AUM) sampai akhir tahun ini sebesar Rp 500 miliar.

Selain mempersiapkan dua produk reksa dana, PAM juga menyiapkan sistem reksa dana online. Sehingga anggota Paytren dan masyarakat luas bisa mengakses produk-produk PAM secara daring. "Kami berharap pekan depannya lagi bisa mengajukan sistem reksa dana online. Izin dari Kementerian Komunikasi dan Informatika masih dalam proses," ujar Ayu.

Ayu menyebut, investasi di reksa dana PAM sangat terjangkau. Investor dapat melakukan investasi senilai minimal Rp 100 ribu untuk masing-masing produk. Investasi di reksa dana bisa dilakukan secara berkala tergantung kemampuan dan kemauan investor. Sedangkan penarikan dana juga minimal Rp 100 ribu.

PAM menggaet CIMB Syariah sebagai bank kustodian untuk dua produk tersebut. "Kami sebagai manajer investasi syariah yang pertama di Indonesia, kami ingin dari hulu ke hilir semua prosesnya syariah," ujar Sonny.

Terkait rencana investasi, PAM masih akan mencermati perkembangkan ekonomi. Pertimbangannya, saat ini pemerintah tengah menggalakkan pembangunan infrastruktur. Selain itu, investasi di sektor perbankan dan industri dasar. "Selain kompetitif dengan investasi konvensional, nantinya investor akan mendapatkan manfaat dan berkah," kata Sonny.

Ayu menambahkan, tahun depan PAM manargetkan dana kelolaan mencapai Rp 1 triliun. Untuk mencapai target tersebut, PAM akan bekerja sama dengan agen penjual perbankan syariah. Sehingga channel distribusi lebih terbuka. Namun, PAM masih melakukan review kerja sama dengan agen penjual produk reksa dana.